Sukses

Parenting

Dongeng Untuk Anak II: Terbentuknya Candi Prambanan

Vemale.com - Oleh: Agatha Yunita Alkisah pada zaman dahulu kala, terdapatlah dua kerajaan yang bertetangga. Kerajaan tersebut adalah kerajaan manusia yaitu Kerajaan Pengging dan kerajaan para raksasa yaitu Kerajaan Boko. Dahulu, manusia dan raksasa hidup berdampingan, walaupun terkadang mereka tidak selalu rukun. Kerajaan Pengging adalah kerajaan yang subur dan makmur, dipimpin seorang raja yang bijaksana bernama Prabu Damar Moyo. Manusia sangat rajin dan taat pada rajanya, mereka menggarap setiap lahan pertanian dengan tekun sehingga hasilnya sangat melimpah. Sedangkan kerajaan tetangga bukanlah wilayah yang subur karena raksasa yang tinggal di dalamnya adalah mereka yang selalu diliputi iri dan dengki akan ketekunan manusia. Mereka tak mau berusaha seperti manusia menanam dan menyuburkan lahan, mereka lebih suka memakan manusia dengan kejam. Karena kearifan dan kebaikan hatinya, Sang Dewata menganugerahkan putra yang gagah, tampan, perkasa dan sakti pada Prabu Damar Moyo, diberilah nama putranya Raden Bandung Bondowoso. Pun demikian, Sang Dewata sangat adil, diberinya Prabu Boko seorang putri yang cantik jelita, yang kemudian diberinya nama Loro Jonggrang. Tak puas dengan pemberian Sang Dewata, Prabu Boko yang memang memiliki sifat iri dan dengki ini memanggil patihnya, Patih Gupolo untuk menyiapkan balatentara menyerbu kerajaan Pengging. Maksud hatinya ingin menguasai kerajaan yang kaya dan makmur tersebut. Rasa iri yang membabi buta telah menguasai sang raja raksasa tersebut, bersiaplah ia pergi ke medan perang dan menyerbu kerajaan Pengging. Di medan pertempuran, pertarungan sengit berlangsung. Kedua pihak sama-sama kuat, yang satu berusaha merebut kekuasaan yang satu lagi ingin mempertahankannya. Banyak korban yang jatuh dari kedua kerajaan tersebut, namun peperangan tak jua dihentikan. Serangan dari kerajaan Boko semakin membabi buta, sehingga rakyat Pengging menderita kelaparan dan banyak yang kehilangan harta benda, hal ini membuat Raja Damar Moyo cemas, tak sampai hati melihat penderitaan rakyatnya ia mengutus putra kesayangannya, Bandung Bondowoso. Berkat kesaktian dan kehebatan Raden Bandung Bondowoso, akhirnya kerajaan Boko berhasil dikalahkan. Ia pun membunuh Prabu Boko yang bengis dan kejam, sementara Patih Gupolo kabur dan mundur kembali ke kerajaannya. Dengan penuh luka dan perih menahan kekalahan serta kehilangan atas junjungannya, Patih Gupolo menghadap sang putri raja. Ia mengabarkan bahwa ayahandanya telah gugur di tangan Raden Bandung Bondowoso. Sang putri pun sedih, sekalipun Raja Boko sangat kejam dan sadis, ia tetap menyayangi ayahnya. Tak ada yang menyangka bahwa ternyata Raden Bandung Bondowoso mengikuti Patih Gupolo, dalam pengejarannya ia bermaksud menghabisi seluruh kerajaan Boko. Namun ternyata takdir berkata lain, saat melihat kecantikan Loro Jonggrang ia langsung terpana dan kagum. Sang Pangeran pun jatuh cinta dan mengurungkan niatnya menghancurkan kerajaan Boko, malah ia melamar Loro Jonggrang untuk menjadi istrinya. Apa mau dikata, Loro Jonggrang terlanjur benci dan dendam. Meskipun Pangeran adalah sosok yang gagah dan tampan, namun ia menolak pinangan sang pembunuh ayahandanya. Selang beberapa waktu, sang pangeran tetap gigih membujuk dan merayu Loro Jonggrang, tak kuasa menolak akhirnya setelah berpikir sehari semalam ia menyetujui pinangan sang Pangeran dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Raden Bandung Bondowoso. Syaratnya Pangeran harus membuatkan sumur Jalatunda serta seribu candi untuknya. Di dalam hati Loro Jonggrang tersenyum, "Pangeran pasti tak mampu memenuhi syarat yang diajukannya itu," katanya dalam hati. Tak disangka, Pangeran menyetujuinya, "Baiklah Loro, demi cintamu aku akan memenuhi kedua syaratmu itu," kata Pangeran. Loro Jonggrang terkejut bukan main, sudah gilakah Pangeran ini nekat memenuhi syaratnya. Tetapi biarlah toh syarat sudah dibuat berat dan tak mungkin untuk dipenuhinya.[break] Dengan mengerahkan segenap kesaktiannya, Pangeran kemudian membangun sumur Jalatunda, tak disangka sumur itu pun selesai dan Pangeran pun dengan bangga menunjukkan hasil karyanya pada calon istrinya itu. "Lihatlah adinda, sumur Jalatunda permintaanmu sudah selesai aku buat untukmu," kata Pangeran. Loro Jonggrang terkesiap, tak mungkin Pangeran bisa memenuhi syarat pertamanya. Namun kenyataan yang terjadi sumur itu berhasil diselesaikan oleh Pangeran. Putri kemudian membujuk Pangeran turun dan masuk ke dalam sumur, "Oh sungguh hebat kau Pangeran, tetapi berapa dalam sumur kau buat ini? Aku ingin kau mengukurnya untukku," ungkap Loro Jonggrang penuh tipu daya. Tanpa berpikir panjang Pangeran masuk ke dalam sumur dan mencoba mengukur kedalamannya. Saat itu pula, Putri memerintahkan Patih Gumolo dan pasukan untuk menimbun dan mengubur Pangeran hidup-hidup. Pangeran yang terkejut dengan hal itu tak tinggal diam, dengan kesaktiannya ia mendobrak bebatuan yang membuat sumur Jalatunda tersumbat. Ia marah, ia merasa ditipu, namun Putri merayu dan meredamkan amarah sang Pangeran. "Ah Pangeran apakah kau baik-baik saja? Maafkan ulah pengawalku, mereka tak tahu bahwa kau sedang mengukur kedalaman sumur itu. Mereka mengira kau akan menghancurkan kerajaan kami," kata Putri lembut dan manja. Tentu saja sang Pangeran tertipu untuk kedua kalinya, ia percaya pada Putri dan kembali melanjutkan syarat keduanya. "Baiklah Pangeran, kau berhasil mewujudkan syarat pertamaku. Sekarang syarat kedua adalah buatkan aku 1000 candi dalam semalam saja," kata Putri. Pangeran kembali berpikir sejenak dan menyanggupi. Tersenyum, Putri yakin syarat keduanya ini tak akan berhasil diwujudkan oleh Pangeran. Namun Pangeran tak menyerah, ia bersemedi memanggil makhluk halus, jin dan setan dari dalam bumi, dengan bantuan mereka sang Pangeran dalam semalam berhasil membuat 999 candi. Saat itu hari belum pagi, masih ada waktu membuat candi terakhir. Putri yang khawatir dan gugup berpikir keras bagaimana agar usaha Pangeran gagal. Dengan tergesa-gesa ia menumbuk lesung dan membangunkan seluruh ayam yang ada di dalam kerajaan agar berkokok, tentu saja pada jin dan makhluk halus ketakutan dan bergegas kembali ke dalam tanah. Pangeran Bandung Bondowoso geram atas ulah Putri, ia pun mengutuk Putri menjadi batu untuk menggenapi candi ke-1000. Konon, candi tersebut kemudian dikenal sebagai Candi Prambanan. Pesan Moral: Menyimak cerita di atas ada beberapa hal yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran. Pertama, alangkah baiknya jika kita tidak iri atas milik orang lain. Bersyukurlah atas apa yang kita miliki dan berusahalah agar kita juga mendapatkan rejeki atas usaha kita. Namun jangan sekali-kali merusak dan menginginkan milik orang lain, karena fatal akibatnya. Yang kedua, menipu dan membohongi orang lain tak akan pernah memberikan keuntungan bagi kita. Terlebih malah akan memicu malapetaka dan kerugian yang lebih besar. Disarikan dan dikembangkan dari Wikipedia.org (vem/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading