Sukses

Parenting

Curhatan Seorang Ibu: Tolong, Putri Kecilku Kecanduan Selfie!

Selfie, tren foto ini memang bagaikan virus dengn dengan cepat menyebar di seluruh dunia. Sama seperti virus, rupanya tren selfie pun dapat menjangkiti orang-orang hingga menimbulkan kecanduan yang dianggap mengkhawatirkan, khususnya dalam segi kecanduan terhadap gadget. Sebuah curahan hati diceritakan oleh seorang ibu bernama Caroline Day tentang putrinya, Ava, yang berusia 10 tahun dan mengalami kecanduan selfie berat. Tak ingin hal serupa terjadi pada anak-anak lain, berikut penuturan Caroline seperti yang dilansir oleh dailymail.co.uk.

***

Hari itu, saya memutuskan untuk pergi ke salon bersama putri kecil saya, Ava. Di salon, saya membayangkan kami mengobrol bersama sementara penata rambut melakukan perawatan kepada kami berdua. Tetapi apa yang saya alami justru berbeda.

Tidak ada canda tawa ataupun obroal bersama putri saya. Ia sibuk dengan kamera handphonenya. Saya membayangkan ia bakal mengabadikan fotonya bersama saya, tetapi hal itu juga tidak terjadi. Ada sekitar 46 foto dalam berbagai pose dirinya sendiri atau orang-orang menyebutnya: selfie.

Aku khawatir putriku kecanduan selfie | Foto: copyright dailymail.co.uk

"Untuk apa kamu mengambil begitu banyak foto, Ava?" tanya saya terheran-heran.
"Oh, ini menyenangkan sekali, Ma. Selain itu, semua orang melakukannya," jawab putriku.

Jawaban ini menyadarkan saya bahwa putri saya sangat mungkin mengalami kecanduan gadget dan kecanduan selfie. Ada banyak artis-artis, seperti Miley Cyrus, Beyonce, Kim Kardashian yang melakukan hal serupa dalam setiap kegiatan yang mereka jalani. Foto-foto tersebut kemudian dibagikan melalui jejaring sosial. Ava sangat mengidolakan mereka dan tampaknya sering melihat foto-foto selfie artis favoritnya tersebut.

Hal ini benar-benar merisaukan saya. Pada Natal tahun lalu, Ava mengambil foto dirinya dalam jumlah yang sangat banyak. Akibatnya, kami sering kehilangan momen penting bersamanya karena ia sibuk dengan dirinya sendiri dan foto-foto itu. Itu sangat membuat saya kesal sekaligus sedih.

Saat ia berada di dalam kamar dengan komputer dan gadgetnya, ia melakukannya lagi. Berfoto-foto tiada henti hingga dalam 2 bulan ia telah membuat 143 selfie. Saya ingin Ava menjadi lebih produktif seperti layaknya anak seusianya, bermain ke luar rumah, menggambar atau mengajak anjingnya berjalan-jalan. Tetapi kehidupannya kini direnggut akibat kecanduan selfie yang menjangkitinya.

***

Jika Anda mengalami seperti kisah di atas, berikut ini ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk putra-putri Anda:

  • Batasi penggunaan gadget dalam sehari, misalnya hanya 1 jam setelah makan malam atau 1 jam setelah mengerjakan PR.
  • Atur privacy setting akun jejaring sosial anak, agar tidak terjadi pengunggahan dan penyalahgunaan akun yang membahayakan anak.
  • Ajak anak untuk lebih banyak melibatkan diri dalam kegiatan sosial yang meminimalisir rasa kesepian. Rasa kesepian dapat mengarahkan anak untuk kembali mencari gadget dan bermain-main dengannya.
  • Jika sang anak mulai menunjukkan perilaku kecanduan, sebaiknya kunjungi psikolog agar menemukan penanganan yang tepat.

Anak-anak dengan mudah dapat menyerap apapun yang ia lihat dari lingkungan sekitarnya. Keberadaan gadget dan perilaku penggunaannya selayaknya dijaga dan dipantau sebaik-baiknya oleh orang tua agar anak tak sekedar meniru tetapi memahami batasan dan manfaatnya. Semoga kisah ini tidak terulang lagi ya, Ladies.

(vem/wnd)
Loading