Sukses

Parenting

Kakak Masih Suka Ngompol?

Tidak hanya orang dewasa saja yang mengalami penyakit mental, Ladies. Anak-anak juga bisa mengalami penyakit tersebut, salah satu penyakit mental pada anak-anak adalah elimination disorder. Apa itu?

Menurut webmd.com, elimination disorder adalah keadaan dimana anak-anak memiliki permasalahan menggunakan kamar mandi. Gejala yang paling sering muncul adalah enuresis, atau mengompol di celana, dan bed-wetting, atau mengompol saat tidur. Gejala lainnya adalah encopresis, atau buang air besar tidak di toilet, baik secara disengaja atau tidak disengaja.

Salah satu alasan mengapa anak menderita encopresis adalah anak kekurangan serat dalam makanan. Hal tersebut menyebabkan anak menderita konstipasi. Konstipasi menyebabkan anak tidak bisa mengetahui tanda-tanda ingin buang air besar. Sayangnya, usus tidak lagi bisa menahan kotoran, sehingga anak buang air besar saat itu juga di tempat itu juga.

Namun, kekurangan serat bukan satu-satunya faktor. Encopresis juga disebabkan oleh kurangnya latihan penggunaan kamar mandi, takut akan penggunaan toilet, terlambat masuk kamar mandi, dan pergantian jadwal buang air.

Begitu pula pada enuresis dan bed-wetting. Biasanya, anak-anak yang masih suka mengompol tidak terbiasa untuk “laporan” bila ingin buang air kecil. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan pampers yang terlalu lama sehingga bayi bisa dengan mudah mengompol.

Namun, bila hal ini masih terjadi pada anak-anak, maka kita bisa membawa mereka untuk terapi. Bila terapi malah membuat mereka berkecil hati, maka kita harus membiasakan mereka.

Setiap pagi, beri anak-anak air putih hangat untuk membersihkan usu besar, dan melancarkan buang air besar. Sebelum tidur, kita ingatkan mereka untuk buang air kecil. Apabila berada di luar rumah, maka biasakan bagi mereka untuk membawa tisu.

Oleh: Nastiti Primadyastuti

(vem/tyn)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading