Sukses

Parenting

Pendidikan Seks Masuk Kurikulum Pendidikan di Jawa Barat

Setelah lama menimbulkan pro dan kontra terhadap usulan dimasukkannya pendidikan seks di dalam kurikulum sekolah di negeri ini, akhirnya pendidikan seks bertajuk kesehatan reproduksi ini bisa disisipkan dalam mata pelajaran di sekolah. Meskipun belum bisa disetujui untuk masuk menjadi bagian dari kurikulum, setidaknya kebijakan ini adalah hal yang dinilai positif sebagai langkah awal pemberian edukasi seks sejak dini kepada anak.

Seperti dikutip dari jatinangorku.com, Mitra Citra Keluarga (MCR) Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat mendesak agar kesehatan reproduksi masuk dalam kurikulum bagi siswa SMP, SMA dan sederajat. Asumsinya adalah pendidikan ini nantinya diharapkan dapat meminimalisasi penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja yang terus meningkat saat ini. Akan tetapi, masih banyak pihak yang menganggap pendidikan semacam ini adalah hal yang tabu.

Setelah 20 tahun berjuang agar pendidikan seks dapat masuk ke dalam kurikulum dan belum juga disetujui, mereka tetap berharap setidaknya kesehatan reproduksi bisa masuk sebagai sisipan dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Usulan mereka ini memang beralaskan, di mana banyak kasus kehamilan tidak diinginkan akibat ketidaktahuan pelaku. Ditambah lagi hasil Survei BKKBN tahun 2008 yang mencengangkan banyak pihak, terutama orang tua, yang mana 57% remaja Kota Bandung usia 15-24 tahun telah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Dari 54 responden remaja yang aktif secara seksual, usia pertama kali melakukan hubungan seksual paling dominan pada rentang usia 16-18 tahun sebesar 59%.

Karena berbagai alasan tersebut, akhirnya saat ini mereka sudah memiliki 6 sekolah binaan untuk mengemban program ini. Sumber lain, inilah.com menyebutkan bahwa rencananya tahun ini program tersebut sudah bisa berjalan dan mendapatkan akreditasi setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberikan tanggapan positif mengenai adanya sekolah sehat, salah satunya kesehatan reproduksi. Untuk mendukung terlaksananya program ini dengan baik, tenaga pengajar telah disiapkan untuk membimbing siswa serta guru untuk memberikan pengetahuan khusus tentang kesehatan reproduksi.

Diyakini pendidikan seks ini setidaknya mampu memberikan wawasan dan kesadaran kepada remaja untuk menjaga dirinya dari dampak yang lebih buruk.

Oleh: Surya Fajar

(vem/rsk)
What's On Fimela
Loading