Sukses

Parenting

Mendidik Disiplin Anak Menggunakan Konsekuensi

Membiarkan anak merasakan konsekuensi dari tindakannya adalah salah satu cara yang efektif dalam mendidik disiplin anak. Anak memiliki kesamaan seperti orang dewasa, yaitu sama-sama belajar dari pengalaman. Apabila dia sudah merasakan akibat buruk dari perilaku buruknya sendiri, dia akan belajar bahwa tindakannya itu salah.

Seperti dilansir dari pubs.ext.vt.edu, dengan menggunakan konsekuensi, anak belajar untuk bertanggung jawab atas semua tindakannya. Contohnya nih Bunda, Bunda bisa membuat konsekuensi dan memberitahukannya pada anak, bahwa siapapun yang datang terlambat untuk makan malam bersama keluarga tidak akan diberi kue selama sehari penuh sampai makan malam selanjutnya.

Rasa lapar adalah konsekuensi natural apabila orang tidak makan. Apabila anak mengeluh dan merengek minta kue, Bunda bisa memberi tahu “Besok ya setelah makan malam, asalkan kamu tidak terlambat lagi.” Nah, apabila anak sudah merasakan konsekuensi dari tindakannya, dia akan berusaha untuk tidak berperilaku seperti itu lagi.

Dengan menggunakan konsekuensi, berarti Bunda memberi pilihan pada anak. Pada contoh di atas, pilihannya adalah datang tepat waktu saat makan agar bisa makan kue, atau datang terlambat dan tidak bisa makan kue.

Dia harus paham bahwa ada pilihan tindakan yang bisa dia lakukan dan ada konsekuensi dari tindakan-tindakan tersebut. Apabila dia memialih untuk datang terlambat dan tidak makan kue, hal itu tidak apa-apa Bunda, karena dia sendiri sudah memutuskan.

Jadi, berilah pilihan pada anak, selama Bunda masih bisa menerima apapun keputusan yang dibuat oleh anak. Segera terapkan hal ini ya Bunda!

Oleh: Andrian Bayu Krisna

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading