Sukses

Parenting

Perawatan Tali Pusar: Jangan Terburu-buru Memotong Tali Pusar!

Anda mungkin sering melihat tali pusar bayi langsung dipotong begitu bayi lahir; setelah itu dilakukan perawatan tali pusar hingga bekas lukanya mengering. Hal ini sesuai dengan apa yang disarankan oleh NHS sejak tahun 1960. Namun ternyata memotong tali pusar beberapa detik setelah bayi lahir merupakan hal yang tidak disarankan.

Baru-baru ini telah dilakukan penelitian tentang hal tersebut dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terlalu terburu-buru seperti yang biasa anda ketahui dapat membuat bayi kehilangan darah yang bersifat vital dari plasenta.

Seperti dikutip dari laman theguardian.com, para ahli kesehatan percaya bahwa bayi yang tali pusarnya dipotong terlalu dini dapat beresiko terkena anemia. Pasalnya, saat tali pusar terpotong terlalu cepat, bayi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan “jatah” darah dari plasenta. Jumlah darah yang terbuang ini pun tak tanggung-tanggung; sepertiga dari volum darah bayi.

Kehilangan darah ini dapat berakibat pada resiko anemia. Dan anemia ini nantinya dikait-kaitkan dengan kurang berkembangnya otak bayi yang dapat berakibat pada kurangnya kemampuan kognitif buah hati.

Lalu, bagaimana seharusnya? Ahli kesehatan dan the National Childbirth trust (NCT) menyarankan agar tali pusar tidak langsung dipotong begitu bayi lahir; melainkan tunggulah sampai 2-3 menit untouched hingga tali pusar berhenti berdetak dengan sendirinya. Setelah itu, barulah tali pusar boleh dipotong oleh bidan atau dokter.

Oleh: Pravianti

 

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading