Sukses

Parenting

Waspada! Sadomasokis Juga Bisa Mengancam Nyawa

Seks sadomasokis, atau gaya bercinta dengan kekerasan, memang jadi topik yang menarik untuk dibahas. Gaya yang satu ini memang sangat fenomenal karena dianggap kasar, namun juga menggairahkan hubungan suami istri. Foreplay yang mengandung unsur penyiksaan terbukti berhasil membangkitkan gairah yang tidur dalam diri seseorang sehingga dapat merasakan pengalaman bercinta paling berkesan seumur hidup.

Sadomasokis sendiri adalah akronim dari sadisme dan masokisme (S&M), yang jelas menunjukkan bahwa perilaku ini terdiri dari dua bagian yang tak bisa dipisahkan. Menurut abcnews.go.com, sadisme dikaitkan dengan sosok yang berperilaku dominan dalam hubungan seks, dan orang yang melakukan tindak penyiksaan pada pasangan selama berhubungan intim. Sedangkan masokisme mengacu pada orang bertindak pasif dan menerima penyiksaan dalam hubungan seks.

Saat pertama kali melakukan gaya seks sadomasikis, mungkin pasangan akan dapat merasakan pengalaman seks yang luar biasa. Namun sensasi seperti ini pastinya memberikan efek kecanduan sehingga pasangan akan melakukannya berulang-ulang. Hal ini bukannya tak membawa dampak buruk. Jika hal ini terus dilakukan, maka pasangan akan tenggelam dalam tindakan penyiksaan yang lebih berat dan lebih berat lagi.

Pihak yang dominan akan melakukan kekerasan dengan level yang semakin tinggi, sedangkan pihak pasif takkan bisa terpuaskan jika penyiksaan pada dirinya dianggap kurang berat. Pastinya, hal ini bisa berdampak buruk pada kondisi fisik pasangan, dan bahkan bisa berakibat pada kematian. Atas dasar inilah gaya seks sadomasokis tidak disarankan untuk dilakukan sesering mungkin.

 

Oleh: Pelangi Permatasari

(vem/riz)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading