Sukses

Parenting

Memahami Social Distancing dari Sudut Pandang Anak

Fimela.com, Jakarta Mengasuh anak di rumah selama pandemi virus Corona tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua. Hampir seluruh sekolah di seluruh dunia memberlakukan sistem belajar di rumah bersama orangtua yang juga harus bekerja dari rumah.

Di satu sisi, ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara orangtua dan anak. Namun, di sisi lain, orangtua atau orang dewasa menjadi tidak memiliki waktu mereka sendiri.

Bagi para orangtua, memahami social distancing bukan hal yang sulit, seperti dilansir dari huffpost.com, Selasa (2/6/2020). Bagaimana dengan anak?

 

 

Dampak social distancing pada anak

Anak harus diberi pemahaman yang tepat mengenai social distancing. Selama berada di rumah, perhatikan perubahan tingkah laku anak.

Anak yang merasa bosan kesepian mungkin akan menunjukkan beberapa gejala, seperti lebih sering ngemil dan terus menerus merengek meminta sesuatu, terutama bagi kamu yang memiliki anak tunggal. Anak tunggal mungkin akan merasa kesepian pada tingkat yang lebih intens, daripada anak-anak lain yang memiliki saudara kandung.

Perubahan perilaku anak yang harus diperhatikan ketika berada di rumah

Yang ada dalam pikiran anak adalah mereka ingin bermain bersama teman-teman mereka di luar rumah. Perubahan perilaku anak selama social distancing bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa terluka secara emosional.

Kabar baiknya, jika berhasil membiasakan anak melewati pandemi, maka menurut penelitian, anak akan menjadi lebih tangguh. Anak cenderung lebih fleksibel dan masa pandemi adalah waktu yang tepat untuk memperkuat ikatan dengan orangtua mereka.

#ChangeMaker

;
Loading