Sukses

Parenting

4 Jenis Bullying yang dapat Memengaruhi Kesehatan Mental dan Fisik Anak

Fimela.com, Jakarta Tidak semua pelaku intimidasi itu sama. Masing-masing memiliki gaya berbeda dan menggunakan taktik berbeda untuk mengintimidasi dan mengendalikan korbannya. Melansir dari verywellfamily.com (9/9), para peneliti yang mempelajari bullying telah menemukan bahwa ada lebih banyak hal tentang bullying daripada yang terlihat. Misalnya banyak orang pernah percaya bahwa penindasan hanya terdiri dari penindasan fisik dan penyebutan nama. Tapi sebenarnya terdapat beberapa jenis intimidasi atau bullying dapat Mom ketahui seperti berikut ini.

Penindasan Secara Fisik

Ini adalah bentuk penindasan yang paling jelas. Itu terjadi ketika anak-anak menggunakan tindakan fisik untuk mendapatkan kekuatan dan kendali atas target mereka. Contoh intimidasi fisik termasuk menendang, memukul, menunju, menampar, mendorong dan serangan fisik lainnya. Tidak seperti bentuk penindasan lainnya, penindasan fisik adalah yang paling mudah diidentifikasi.

Penindasan Verbal

Pelaku intimidasi verbal menggunakan kata-kata, pernyataan dan panggilan nama untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas suatu target. Biasanya, penindasan verbal akan menggunakan penghinaan tanpa henti untuk meremehkan, merendahkan dan menyakiti orang lain. penindasan verbal seringkali sangat sulit diidentifikasi karena serangan hampir selalu terjadi saat orang dewasa tidak ada.

Cyberbullying

Saat seorang remaja menggunakan internet, ponsel pintar atau tekonologi lain untuk melecehkan, mengancam, mempermalukan atau menarget orrang lain, itu adalah penindasan maya. Jika orang dewasa terlibat dalam pelecehan, hal itu disebut pelecehan dunia maya atau cyberstalking. Contoh cyberbullying termasuk mengunggah gambar atau video yang menyakiti, membuat ancaman online atau mengirim teks berupa ancaman. Para pelaku biasanya mengatakan hal-hal yang tidak berani mereka ucapkan secara langsung.

Penindasan Seksual

Penindasan seksual terdiri dari tindakan berulang, berbahaya, dan menghina yang menargetkan seseorang secara seksual. Contohnya termasuk panggilan nama seksual, komentar kasar, gerakan vulgar, dan sentuhan. Seorang pelaku mungkin membuat komentar kasar tentang penampilan, daya tarik, perkembangan seksual atau aktivitas seksual teman sebayanya. Sexting juga dapat menyebabkan intimidasi seksual. Jika seorang gadis mengirimkan foto dirinya kepada seorang pacar, dia mungkin membagikan foto itu secara luas jika mereka putus. Dia menjadi sasaran intimidasi seksual karena orang-orang mengolok-olok tubuhnya dan membagikan komentar vulgar tentang dia.

Sudah seharusnya para orangtua untuk memperhatikan perilaku anak-anak mereka. Habiskan banyak waktu untuk anak dan berbagi cerita dengan anak akan membantu anak merasa aman ketika bersama dengan orangtua mereka.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tips Membangun Konsentrasi Anak tanpa Membuatnya Tertekan
Artikel Selanjutnya
3 Cara Menenangkan Anak yang Tantrum atau Sedang Mengamuk