Sukses

Parenting

4 Penyebab Bayi Susah Tidur dan Cara Mengatasinya

Fimela.com, Jakarta Bayi sulit tidur di malam hari bukan suatu hal yang mengerankan. Bagi ibu baru tentu hal ini membuat stres karena harus terjaga setiap malam.

Selain stres, tentu rasa lelah, kurang tidur, dirasakan oleh ibu. Ternyata ada berbagai penyebab mengapa bayi susah tidur di malam hari. Berikut ulasannya, melansir sehatq.com.

1. Belum memiliki ritme tidur

Bayi belum menemukan jam biologis tubuh untuk mengatur kapan harus tidur. Hal ini menyebabkan bayi dapat tidur nyenyak di siang hari, namun terjaga di malam hari.

Dalam mengatasi hal ini, orang tua dapat melatih bayi untuk tidur dan bangun pada jam yang teratur. Hal ini dapat membantu bayi memiliki jam biologis tubuh dengan lebih cepat sehingga mereka tidak lagi susah tidur.

Saat malam hari orang tua bisa mematikan lampu tidur sambil memberinya lagu-lagu yang membuatnya tenang. Saat siang hari biarkan cahaya masuk ke dalam kamar agar anak tau jika itu siang hari.

2. Bayi lapar

Rasa lapar penyebab paling umum mengapa bayi terjaga saat malam hari. Bayi akan rewel semalaman. Jadi sebaiknya sebelum tidur, berikan si kecil ASI yang cukup.

3. Tidak dalam kondisi baik

Bayi yang tidak tidur semalam bisa menjadi sinyak jika dirinya sedang tidak enak badan. Bayi belum bisa berbicara apa yang dirasakan, maka diakan memberitahu dengan menangis dan berakhir sulit tidur. Bayi merasa tidak enak badan biasanya karena tumbuh gigi, pilek, alergi, kaki pegal, perut bergas, sembelit.

Jika orang tua curiga, ada baiknya periksakan ke dokter.

4. Bayi lelah

Bukan hanya orang tua lho yang merasakan kelelahan, bayi pun dapat merasakan kondisi ini. Hal ini disebabkan oleh saraf simpatik bayi yang meningkat sehingga membuatnya tetap terjaga.Sebaiknya, ketika 2-3 jam menjelang tidur, ciptakan kondisi yang tenang agar bayi bisa terangsang untuk mengantuk.

#Changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Deretan Arti Nama Populer untuk Bayi Laki-Laki dan Perempuan
Artikel Selanjutnya
4 Informasi Penting Risiko Rotavirus Mematikan pada Anak