Sukses

Parenting

Positif COVID-19 Saat Hamil? Ketahui Risikonya pada Ibu dan Bayi

Fimela.com, Jakarta Kabar kurang menyenangkan datang dari pasangan selebriti Tanah Air, Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Pasalnya, keduanya telah terkonfirmasi positif COVID-19. Padahal Dinda Hauw diketahui sedang hamil anak pertama mereka.

Melalui unggahan Rey Mbayang di Instagram, ia mengutarakan keikhlasannya menerima sakit yang diderita. “Allah itu baik banget yaa, ngasih kita rasa sakit biar kita paham betul bagaimana bersyukurnya saat sehat.” Tulis Rey dalam postingannya beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, ibu hamil memang termasuk ke dalam kategori rentan terinfeksi virus corona. Hal ini dikarenakan perempuan hamil telah mengalami peningkatan denyut jantung, kapasitas paru-paru berkurang dan apa yang oleh seorang dokter disebut “sistem kekebalan tubuh yang terganggu”.

Risiko gejala COVID-19 pada ibu hamil

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perempuan hamil yang tertular virus corona memiliki peluang lebih besar mengembangkan komplikasi pernapasan yang membutuhkan perawatan intensif daripada perempuan yang tidak hamil. Bahkan dibutuhkan perawatan medis menggunakan ventilator atau ruang ICU.

Studi tersebut juga menemukan adanya risiko bahwa perempuan hamil dengan COVID-19 juga lebih mungkin mengalami kelahiran prematur, operasi caesar, dan bayi mereka lebih cenderung dirawat di unit neonatal akibat virus corona.

Namun, menurut laporan WHO yang mengamati sampel kecil perempuan hamil dengan COVID-19, sebagian besar tidak memiliki kasus yang parah. Dari 147 perempuan yang diteliti, 8 persen di antaranya menderita COVID-19 parah dan 1 persen kritis.

 

Bisakah virus menular ke bayi selama kehamilan atau persalinan?

Penelitian belum menemukan bukti yang jelas mengenai penularan virus dari ibu ke janin. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bayi di dalam kandungan masih bisa tertular virus corona.

Melansir dari Healthline, dalam satu penelitian kecil yang mengamati sembilan perempuan hamil yang terinfeksi virus corona baru pada trimester terakhir kehamilan, virus tersebut tidak muncul dalam sampel yang diambil dari cairan ketuban atau darah tali pusat atau pada usapan tenggorokan bayi yang baru lahir.

Namun, dalam satu studi yang sedikit lebih besar, tiga bayi baru lahir yang lahir dari perempuan dengan COVID-19 ternyata positif terkena virus. Sementara, 30 bayi baru lahir lainnya dalam kelompok tersebut dinyatakan negatif.

Sehingga dapat dikatakan studi tentang virus corona pada ibu hamil dan bayi butuh tinjauan lebih lanjut.

Perawatan medis yang aman untuk ibu hamil dengan virus corona

Pada dasarnya perawatan COVID-19 sama dengan seseorang yang sedang hamil maupun tidak. Tetapi dokter menyarankan untuk minum acetaminophen (Tylenol) untuk demam 38 derajat celcius atau lebih tinggi.

Selain itu, penting menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dengan air atau minuman rendah gula. Pastikan pula Anda isirahat dengan cukup dan menghindari kepanikan berlebih yang bisa membuat stres.

Jaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, gunakan masker dengan bijak, jaga jarak, terapkan gaya hidup sehat ya, Sahabat Fimela.

Penulis: Hilda Irach

Loading
Artikel Selanjutnya
Pentingnya Mendapatkan Vaksin COVID-19 sebelum Berinteraksi dengan Bayi yang Baru Lahir
Artikel Selanjutnya
Vino G. Bastian Sambut Baik Vaksinasi untuk Pekerja Kreatif