Sukses

Parenting

Lakukan 6 Aktivitas Ini untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik dan Sensorik Anak

Fimela.com, Jakarta Perkembangan setiap anak pastinya menjadi salah satu hal yang paling diamati setiap harinya. Biasanya, pada usia 0 hingga 6 bulan adalah masa perkembangan otak bayi dan merupakan waktu yang tepat bagi orangtua untuk melatih perkembangan saraf sensorik dan motorik anak. 

Kemampuan sensorik dan motorik anak akan saling berkaitan untuk meningkatkan dan melatih kecerdasan otak anak. Hal ini dikarenakan secara tidak langsung kemampuan sensorik dan motorik anak akan membantu anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. 

Terdapat banyak sekali pilihan aktivitas untuk membantu perkembangan motorik dan sensorik anak. Uniknya, aktivitas ini tak hanya melatih sensorik dan motorik anak, tetapi juga mampu melatih perkembangan otot anak. 

Dilansir dari Day2Day Parenting dan Understood.org, terdapat 6 aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan untuk membantu perkembangan sensorik sekaligus motorik anak. Apa saja aktivitas tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

Bermain play-dough atau plastisin

Lilin plastisin sering digunakan sebagai bagian dari komponen permainan sensorik anak. Selain itu, lilin plastisin ini juga dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. 

Dorong anak untuk meremas, meregangkan, mencubit, dan menggulung lilin plastisin tersebut menjadi beragam bentuk seperti ular atau cacing. Lalu, kamu juga dapat meminta anak untuk mencoba memotong plastisin tersebut dengan gunting atau pisau mainan yang aman digunakan oleh anak-anak. 

Lilin ini akan lengket atau dapat meiliki tekstur dan bau yang berbeda. Hal inilah yang kemudian ditujukan kepada anak dengan kepekaan sensorik atau sentuhan. 

Melukis atau finger-painting

Berbagai jenis lukisan dapat membantu memperkuat koordinasi tangan-mata dan ketangkasan manual anak. Finger-painting akan memberikan anak kesempatan untuk menggunakan tangan mereka. 

Selain itu, melukis dengan kuas juga dapat membantu anak belajar memegang kuas dan mendapatkan kontrol yang lebih besar dalam menggunakannya sebagai alat melukis. 

Pengecatan ini tak hanya terbatas dengan menggunakan cat, tetapi kamu juga bisa menggunakan pudding, saus apel, selai kacang, sabung berbusa, krim cukur, atau bahan apaun yang mudah dioleskan. Untuk menambahkan sedikit permainan sensorik, kamu juga dapat mencoba menyuruh anak untuk mengendus bau cat lukisan tersebut.

Bermain dengan spons

Ini adalah permainan sederhana yang dapat memperkuat tangan dan lengan bawah anak. 

Siapkan spons baru yang bersih, air, dan dua mangkuk. Ketiga barang ini dibutuhkan untuk aktivitas yang membangun keterampilan motorik halus. 

Isi satu mangkuk dengan air dan biarkan mangkuk lainnya kosong. Lalu, mintalah anak untuk merendam spons ke dalam air, kemudian memeras spons ke dalam mangkuk yang masih kosong. 

Balapan beras (rice-race)

Bagilah segenggam beras ke dalam dua mangkuk plastik dan siapkan mangkuk kosong. Beri anak pinset plastik kecil untuk bisa memindahkan butir-butir beras itu ke dalam mangkuk kosong dengan menggunakan pinset tersebut. 

Jika anak mengalami kesulitan karena butiran beras terlalu kecil, mungkin kamu bisa memulai permainan ini dengan sereal berbentuk O atau manik-manik warna warni.

Bermain air

Isi cangkir dengan seperempat penuh air. Lalu, beri anak cangkir kosong dan sedotan, ataupun pipet. 

Mintalah anak mencoba memindahkan air dari satu cangkir ke cangkir lainnya dengan menarik air ke dalam pipet atau sedotan tersebut, kemudian menyemprotkannya ke dalam cangkir yang kosong. 

Kamu juga bisa memberikan anak lebih banyak cangkir, dan menambahkan pewarna makanan ke dalam air, sehingga ini juga bisa dijadikan sebuah aktivitas eksperimen pencampuran warna yang juga merangsang kemampuan penglihatannya. 

Bercocok tanam

Menggali dan berkebun sangat cocok untuk membangun keterampilan motorik kasar, tetapi ada pula beberapa bagian yang memerlukan kontrol otot yang lebih kecil juga. 

Contohnya seperti memindahkan bibit ke kebun yang membutuhkan keterampilan koordinasi tangan-mata untuk membawa tanaman yang lebih kecil ke lubang baru dengan aman. 

Anak juga harus bisa memegang sekop untuk menggali dan menggunakan pinset atau alat penjepit saat mengambil benih untuk ditanam. 

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
7 Cara Membangun Kepercayaan Diri pada Anak di Sekolah
Artikel Selanjutnya
Waspada Learning Disabilites! Pahami Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Kesulitan Belajar