Sukses

Parenting

5 Kiat Membujuk Anak agar Termotivasi Sekolah yang Efektif untuk Para Orang Tua

Fimela.com, Jakarta Rutinitas pagi sebagai orang tua, salah satunya adalah mempersiapkan anak untuk berangkat sekolah. Mulai dari membangunkan si kecil hingga mengantarkan ke sekolah. Namun, tidak jarang orang tua harus melewati perjalanan panjang untuk mempersiapkan anak ke sekolah. Salah satu alasannya adalah anak yang tidak mau pergi sekolah.

Anak yang kurang motivasi atau bahkan tidak mau pergi ke sekolah mungkin saja menguji kesabaran orang tua. Apalagi di pagi hari waktu terasa singkat dan banyak hal yang harus di persiapkan untuk aktivitas seharian. Jadi, sering kali respons orang tua terhadap keengganan anak untuk ke sekolah kurang baik dan menjadikan anak semakin tidak ingin pergi sekolah.

Karena itu, untuk menghadapi anak yang tidak mau sekolah ada beberapa tips untuk membujuk sehingga anak mau diajak bangun, mandi, dan memakai seragam untuk berangkat sekolah. Bahkan jika tips ini dilakukan dengan baik bisa memotivasi anak untuk bersekolah lebih baik. Berikut tips membujuk anak agar mau berangkat sekolah dari ahli neuropsikologi anak yang dikutip dari Child Mind Institute.

Hal pertama adalah selalu tentang ‘mengapa?’

Ketika melihat gelagat atau mendengar anak tidak mau sekolah, usahakan selalu untuk mencari tahu tentang ‘kenapa’. Mungkin saja memang alasan anak tidak mau sekolah adalah alasan yang sepele, tapi di titik tertentu alasan mereka tidak mau bersekolah mungkin saja sebuah pertanda besar.

Mengutip dari laman website parenting Australia, Raisingchildren.net.au, ada beberapa alasan anak menolak untuk pergi sekolah, yaitu berhubungan dengan kecemasan meninggalkan rumah, fobia, masalah ketika belajar, masalah sosial di sekolah, atau mungkin Depresi.

Memahami masalah dari sudut pandang anak

Memahami masalah dari sudut pandangan anak adalah pendekatan paling efektif untuk mengetahui kenapa anak tidak mau bersekolah. Ajak anak untuk berbicara mengenai apa yang mereka pikirkan atau apakah mereka menghindari sesuatu, serta tanyakan apa yang bisa ayah dan ibu bantu mengenai hal itu.

Apabila anak terlihat sulit menceritakan masalahnya, coba minta anak menilai setiap bagian di sekolahnya, misalnya dari 1 hingga 10. Contohnya, menilai ruang kelas, guru, teman sebayanya dan lainnya. Dari simbol-simbol ini orang tua bisa mengenali apa yang menyulitkan sang anak. Mungkin saja itu masalah kesulitan ketika membuat pekerjaan rumah, pertengkaran dengan teman, atau guru yang garang.

Berikan anak dorongan emosional

Mungkin cara ini membuat orang tua khawatir akan senjata bermata dua seperti ini. Mungkin saja memberikan hadiah akan membuat anak ketergantungan bukannya termotivasi. Namun, menurut ahli neuropsikolog , Laura Philips ada cara untuk menggunakan motivasi intrinsik yang bisa ditanamkan pada anak.

 “Anak-anak merespon dengan sangat baik terhadap penguatan sosial seperti pujian, pelukan, tos, dan hal-hal semacam itu, kemudian mereka mulai berprestasi karena itu terasa menyenangkan bagi mereka,” kata Laura Phillips, PsyD, seorang neuropsikolog di Child Mind Institute.

Memberikan anak reward atas pekerjaan rumah yang mereka lakukan juga bisa memupuk motivasi anak. Hadiah tidak harus selalu yang mahal, salah satu contohnya orang tua bisa mentraktir anak dengan es krim atau hal yang mereka suka.

Jangan biarkan anak berjuang dengan akademik sendirian

Menemani anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan ayah atau ibu selalu ada untuk membantu jika ada yang tidak mereka mengerti akan membuat hati anak terasa lebih ringan. Disituasi ini orang tua bisa berbagi cerita mengenai hari-hari anak di sekolah, pelajaran apa yang sulit atau yang disukainya.

Dengan menunjukkan minat pada kehidupan sekolah anak Anda, orang tua menunjukkan bahwa sekolahnya bisa menyenangkan dan menarik. Ini sangat efektif dengan anak-anak kecil yang cenderung bersemangat tentang apa pun yang ayah atau ibunya sukai.

Hargai kerja keras anak nomor satu, hasil bisa nomor dua

Tekanan yang dirasakan anak ketika penerimaan laporan nilai di akhir semester selalu menghantui. Kadang anak takut dengan hasil yang mereka dapatkan tidak memuaskan orang tua. Oleh karena itu, ada baiknya orang tua menghargai kerja keras anak dan memuji.

Cara ini bisa mengurangi tekanan yang dirasakan anak kemudian baru selipkan pesan untuk memperbaiki nilai yang turun. Anak-anak membutuhkan dorongan dan itu baik untuk mendorong mereka untuk mencoba yang terbaik.

Terkadang satu-satunya cara anak-anak belajar bagaimana mempersiapkan sekolah dengan benar adalah dengan mencari tahu apa yang terjadi ketika mereka tidak siap.

 Penulis: Tasya Fadila

#Women for Women

What's On Fimela
Loading