Sukses

Parenting

6 Tips Melatih Anak Mengelola Emosinya

Fimela.com, Jakarta Kelola emosi merupakan salah satu aspek kritis dalam perkembangan anak. Tak bisa dipungkiri, tantrum pada anak terutama pada balita adalah hal yang wajar. Namun apabila anak berusia lima tahun atau lebih dan masih belum dapat mengatur emosinya, mereka mungkin memerlukan bantuan untuk belajar mengelola emosi atau yang dikenal dengan “self-regulation”.

Mengatur emosi adalah keterampilan yang perlu diajarkan dan dipraktikkan kepada anak sejak dini. Hal ini mencakup kemampuan untuk menolak reaksi emosional yang tinggi, menenangkan diri saat marah, beradaptasi dengan perubahan, dan menangani frustasi tanpa ledakan emosi. Selain temperamen tiap anak yang berbeda, lingkungan juga turut berperan dalam perilaku kontrol emosi anak.

Emosi yang terkelola dengan baik membantu anak memahami dan menanggapi perasaan mereka sendiri serta mampu mengatasi konflik dalam interaksi sehari-hari. Pentingnya mengajarkan kontrol emosi anak tidak hanya terletak pada pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, tetapi juga mempersiapkan anak untuk bisa mengatasi tantangan kehidupan di masa depan.

Tips melatih anak untuk mengatur emosi

Dilansir dari apa.org, berikut beberapa tips melatih anak untuk mengelola emosi:

Mulai sejak dini

Bayi yang memiliki temperamen sulit cenderung mengalami kesulitan dalam mengelola emosinya seiring bertambahnya usia. Oleh sebab itu, membantu anak untuk belajar mengelola emosi sejak dini menjadi lebih efektif. Hal ini bisa dimulai dengan membicarakan perasaan sejak bayi atau melalui karakter dalam buku cerita.

Membangun hubungan yang dekat dengan anak

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki hubungan yang aman dan saling percaya dengan orangtua memiliki regulasi emosi yang lebih baik saat masih balita dibandingkan anak-anak yang kebutuhannya tidak dipenuhi oleh orangtuanya.

Mengenali emosi

Ketika anak habis marah atau sedih dan sudah merasa lebih tenang, bantu anak untuk mengenali dan menyebutkan emosinya sendiri. Selain itu beri anak strategi untuk mengelolanya. Perlu diingat bahwa mengajarkan anak untuk bisa mengelola emosi membutuhkan waktu dan konsistensi.

Menjadi contoh untuk anak

Anak banyak meniru dari apa yang dilakukan orangtuanya. Untuk itu sangat penting bagi orangtua agar dapat mengelola emosinya sendiri dan menjadi contoh bagi anak mereka. Misal, hindari luapan emosi atau marah di depan anak. Mungkin orangtua juga bisa menceritakan perasaannya ketika lebih tenang kepada anak untuk membantu anak mengenali macam-macam emosi dan meperhatikan strategi mengelolanya.

Beri beberapa pilihan solusi

Ketika anak mengalami situasi yang sulit, baik bagi orangtua untuk membicarakannya dengan anak. Orangtua juga dapat membantu anak mengelola emosinya dengan memberikan beberapa pilihan solusi pemecahan masalah mereka. Proses ini sekaligus membantu anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah.

Kurangi hukuman, beri pujian

Meskipun memberi anak hukuman menjadi cara paling cepat untuk mengatur perilaku anak, namun hukuman yang keras justru akan membuat anak kesulitan dalam mengelola emosinya dan cenderung bereaksi dengan lebih agresif. Menetapkan batasan untuk anak boleh dilakukan, tapi orangtua juga perlu berfokus pada perilaku positif anak dengan memberinya perhatian, pujian, dan perhargaan atas perlaku baiknya.

 

Penulis: Maritza Samira.

#BreakingBoundariesJanuari

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading