Fimela.com, Jakarta Sebagai ibu, tentu kamu ingin membesarkan anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga secara emosional. Kecerdasan emosional adalah kemampuan anak untuk memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi mereka dengan baik. Namun, tanpa disadari, ada kebiasaan yang dapat menurunkan kecerdasan emosional anak.
Kebiasaan sehari-hari ibu, baik dalam cara berkomunikasi maupun pola asuh, memainkan peran besar dalam perkembangan emosional anak. Pola asuh yang kurang tepat dapat membuat anak kesulitan mengenali dan mengelola emosi mereka. Nah, sahabat Fimela, kali ini kita akan membahas lima kebiasaan yang sebaiknya kamu hindari agar kecerdasan emosional anak tetap terjaga.
Yuk, simak penjelasannya berikut dan jadikan ini sebagai langkah awal untuk refleksi diri!
Advertisement
Advertisement
1. Terlalu Sering Mengkritik Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041530/original/024987100_1733728717-pexels-rdne-8489620.jpg)
Memberikan kritik secara berlebihan atau menggunakan nada yang kasar dapat membuat anak merasa tidak dihargai. Hal ini berdampak buruk pada rasa percaya diri mereka dan menurunkan kemampuan mereka untuk mengelola emosi. Sebaiknya, sahabat Fimela, berikan kritik yang konstruktif dengan nada yang lembut. Fokuslah pada solusi daripada sekadar menunjukkan kesalahan.
2. Tidak Mengizinkan Anak Mengekspresikan Emosi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041531/original/041372100_1733728719-pexels-karolina-grabowska-6957237.jpg)
Apakah kamu sering meminta anak untuk diam saat mereka marah atau sedih? Kebiasaan ini bisa membuat anak merasa emosi mereka tidak valid. Padahal, penting untuk memberikan ruang kepada anak agar mereka dapat mengekspresikan perasaan mereka. Cobalah untuk mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian tanpa menghakimi, ya.
Advertisement
3. Overprotektif dan Terlalu Mengatur Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041532/original/090003600_1733728721-pexels-karolina-grabowska-6957166.jpg)
Melindungi anak itu wajar, tetapi jika berlebihan, anak bisa kehilangan kesempatan untuk belajar menghadapi masalah sendiri. Anak yang selalu dilindungi dari kesulitan akan sulit mengelola frustrasi dan mencari solusi. Biarkan anak mencoba dan belajar dari pengalaman mereka, sahabat Fimela.
4. Menyepelekan Perasaan Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041533/original/040634500_1733728724-pexels-karolina-grabowska-6957275.jpg)
Kebiasaan seperti mengatakan “Ah, itu biasa saja!” atau “Jangan lebay!” saat anak mengungkapkan perasaannya dapat membuat mereka merasa diabaikan. Hal ini dapat menghambat kemampuan anak untuk memahami dan mengelola emosi mereka. Sebagai gantinya, validasilah perasaan mereka dan bantu mereka memahami apa yang mereka rasakan.
Advertisement
5. Tidak Menjadi Contoh yang Baik dalam Mengelola Emosi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041534/original/082190700_1733728726-pexels-karolina-grabowska-6957243.jpg)
Ingat, anak sering kali meniru perilaku orang tua. Jika kamu mudah marah, tidak sabar, atau cenderung mengabaikan emosi, anak akan mempelajari pola yang sama. Sahabat Fimela, cobalah untuk menjadi teladan yang baik dengan menunjukkan cara mengelola emosi secara sehat, seperti berkomunikasi dengan tenang atau mengambil waktu untuk menenangkan diri.
Dengan menghindari lima kebiasaan ini, kamu bisa membantu anak tumbuh menjadi individu yang lebih cerdas secara emosional. Yuk, mulai ubah pola asuh kita untuk mendukung perkembangan anak yang lebih optimal! Semangat, sahabat Fimela!
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041529/original/009393900_1733728715-pexels-rdne-8489322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2972913/original/082767900_1574245378-josh-applegate-p_KJvKVsH14-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379147/original/090508500_1760337556-mother-little-daughter-playing-together-park.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572111/original/028475500_1777774433-pexels-cottonbro-7118214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111664/original/072805600_1783064065-IMG_1262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111187/original/023809800_1783063078-IMG_1258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7241807/original/019116900_1780027083-front-view-woman-kid-relaxing-home_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346079/original/053857300_1789109596-pexels-giulianogiudici-18269729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7165470/original/073643600_1779955615-pexels-reneterp-13821255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488589/original/000791000_1769757751-mom-comforting-her-upset-daughter.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349140/original/000825700_1789474554-0L5A4871.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348976/original/087225100_1789465234-IMG_1066.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347501/original/099835800_1789345882-korban_tewas_KM_Virgo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348287/original/054104800_1789406611-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_00.21.21.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343662/original/043518700_1788867741-IMG_4356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339422/original/071800100_1788415213-feb5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348662/original/019306200_1789452838-pexels-pavel-danilyuk-7222063.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287201/original/096135800_1783191518-IMG_1875.jpeg)
![Mengurangi screen time yang tidak terlalu penting, terutama di luar jam kerja, bisa menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan mata. [Dok/Pexels.com/Nataliya Vaitkevich].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/RTnji55s7RPjxliTQfmFlkCKY8k=/80x80/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515750/original/066465800_1772187830-article_bank__19_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347680/original/054370200_1789364575-3.jpg)