Sukses

Relationship

Perlukah Memberi Closure pada Mantan agar Hati Lega?

Fimela.com, Jakarta - Putus cinta sering kali tidak hanya meninggalkan jarak, tetapi juga tanda tanya. Banyak orang merasa sulit melangkah karena ada hal-hal yang belum sempat diucapkan, dijelaskan, atau dipahami. Di sinilah konsep closure kerap dianggap sebagai kunci agar hati bisa benar-benar lega dan siap melanjutkan hidup.

Namun, benarkah closure selalu perlu diberikan atau didapatkan dari mantan? Atau justru bisa menjadi jebakan emosi yang membuat luka lama terbuka kembali? Pertanyaan ini layak dibahas lebih dalam, terutama bagi sahabat Fimela yang sedang berproses menyembuhkan luka.

Apa Itu Closure dalam Hubungan?

Closure dalam konteks hubungan adalah proses mendapatkan kejelasan setelah hubungan berakhir. Bentuknya bisa berupa percakapan terakhir, penjelasan atas alasan putus, atau sekadar saling mengucapkan perpisahan dengan damai. Tujuannya agar tidak ada perasaan menggantung atau penyesalan yang terus menghantui.

Bagi sebagian orang, closure membantu menutup bab lama dengan lebih tenang. Namun bagi yang lain, menghubungi mantan justru bisa memicu kebingungan baru, apalagi jika emosi belum sepenuhnya mereda.

Mengapa Banyak Orang Mencari Closure dari Mantan?

Keinginan untuk mendapatkan closure sering muncul karena rasa penasaran dan kebutuhan akan validasi. Ada dorongan untuk tahu apakah keputusan berpisah itu benar, atau apakah perasaan yang dirasakan selama ini pernah berarti bagi mantan. Tanpa kejelasan, pikiran bisa terus berputar dan sulit menerima kenyataan.

Selain itu, budaya romantis closure juga berperan besar. Banyak film dan media menggambarkan pertemuan terakhir sebagai momen penyembuhan, padahal dalam kenyataannya tidak semua hubungan berakhir dengan dialog mendalam.

Seperti dalam film 500 Days of Summer, terdapat momen ketika Tom duduk di sebuah taman pada musim panas dan kembali bertemu dengan perempuan yang pernah ia cintai, Summer Finn. Pertemuan itu bukan untuk menghidupkan kembali hubungan mereka, melainkan menjadi titik akhir yang membantu Tom memahami kenyataan. Ia akhirnya menerima bahwa Summer telah menikah dan bahwa kisah cinta mereka memang tidak ditakdirkan untuk berlanjut.

Adegan ini menunjukkan bahwa tidak semua akhir hubungan membutuhkan closure dalam bentuk penjelasan panjang. Terkadang, yang paling dibutuhkan bukanlah percakapan penutup, melainkan penerimaan yang tulus atas kenyataan. Dengan menerima bahwa beberapa cerita memang selesai tanpa harus sepenuhnya dipahami, seseorang justru bisa melanjutkan hidup dengan lebih ringan dan jujur pada diri sendiri.

Kapan Closure Bisa Membantu Proses Penyembuhan?

Closure bisa menjadi hal yang membantu jika dilakukan dalam kondisi emosi yang sudah stabil. Ketika kedua pihak sudah tidak berharap untuk kembali bersama dan mampu berbicara dengan jujur tanpa saling menyakiti, percakapan penutup bisa memberi rasa lega. 

Closure juga lebih sehat jika tujuannya untuk memahami diri sendiri, bukan untuk mengubah keputusan mantan. Jika niat utamanya adalah menerima kenyataan, bukan berharap balikan, maka closure berpotensi menjadi langkah move on.

Closure: Hal yang Terpenting Adalah Berdamai dengan Diri Sendiri

Faktanya, closure tidak selalu harus datang dari mantan. Banyak orang menemukan kelegaan justru saat mampu menerima bahwa tidak semua pertanyaan memiliki jawaban. Berdamai dengan diri sendiri, memvalidasi perasaan, dan mengakui bahwa hubungan tersebut memang sudah berakhir adalah bentuk closure yang paling kuat.

Jadi, jawabannya sangat personal dan tidak bisa disamaratakan. Closure bisa membantu, tetapi bukan satu-satunya jalan untuk sembuh. Yang terpenting adalah memahami niat di balik keputusan tersebut dan memastikan bahwa langkah yang diambil benar-benar untuk kebaikan diri sendiri.

Sahabat Fimela, hati yang lega bukan selalu datang dari percakapan terakhir dengan mantan. Melainkan dari keberanian untuk melepaskan dan melanjutkan hidup dengan versi diri yang lebih baik.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading