Sutradara Ini Akui Pendaratan Neil Armstrong di Bulan Itu Palsu

Febriyani Frisca diperbarui 12 Des 2015, 19:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Sejak kecil, mungkin kamu kerap mendengar dan mengetahui jika Neil Armstrong adalah manusia pertama yang mendaratkan diri di bulan, satelit alami bumi. Anggapan tersebut bisa saja melekat pada ingatan setiap orang yang mengetahui hingga dewasa, termasuk kamu.

Namun, kini nampaknya kamu perlu membuang jauh-jauh pikiran itu. Sebab, baru-baru ini beredar video pengakuan dari seorang sutradara bernama Stanley Kubrick bahwa misi luar angkasa Apollo 11 yang dilakukan oleh astronot Amerika Serikat, Neil Armstrong pada 1969 adalah bohong.

Dilansir dari Express.co.uk, video yang diunggah di Youtube pada 10 Desember 2015 tersebut berisi rekaman wawancara berdurasi 20 menit antara pria yang diduga sutradara T. Patrick Murray dan Stanley Kubrick. Sutradara berjenggot itu mengaku bahwa ia telah melakukan pembohongan publik dengan membuat film pendaratan astronot di bulan. Pada video tersebut juga tertulis jika wawancara dilakukan pada 1999. Diduga diambil beberapa hari sebelum Kubrick meninggal dunia.

"Saya telah melakukan penipuan besar terhadap publik Amerika yang melibatkan pemerintah Amerika Serikat dan NASA. Pendaratan di bulan adalah palsu. Bahwa pendaratan di bulan adalah rekayasa, dan saya adalah orang yang memfilmkannya," ujar Stanley Kubrick pada video wawancara. "Hal itu mudah bagi saya, karena saya tidak berpikir jauh tentang moralitas. Saya melihat bahwa Neil terganggu oleh itu," ungkapnya. 

Namun, saat sumber lain mengkonfirmasi kebenaran video tersebut pada istri Stanley, Christiane Kubrick, seorang juru bicara menanggapi bahwa video itulah yang bohong. "Wawancara adalah sebuah kebohongan, Stanley Kubrick tidak pernah diwawancarai oleh T.Patrick Murray," kata juru bicara istri Stanley Kubrick.

Apapun itu, jika memang benar adanya, berarti teori konspirasi pendaratan di bulan adalah teori yang patut diakui keberadaannya. Hmmm... Berikut cuplikan wawancara Stanley Kubrick dan T. Patrick Murray.