Fimela.com, Jakarta Mendengar Fukushima, guncangan gempa sebesar 9 skala richter, serta kebocoran nuklir akibat terjangan tsunami, mungkin jadi memori pertama yang menyeruak bagi beberapa orang. Bagaimana tidak, tragedi berdarah 5 tahun silam itu menelan hampir 20.000 korban jiwa.
Baca Juga
Ketika bagi dunia musibah itu sudah jadi goresan luka, maka emosi yang dirasakan penduduk lokal tentu lebih dalam. Memang tak mudah, namun beberapa di antara mereka ada yang bersedia kembali ke kampung halaman untuk menjalani sesi pemotretan bersama kedua fotografer asal Perancis, Carlos Ayesta dan Guillaume.
Diminta berpose senatural mungkin, para pengungsi Fukushima kembali menjejakkan kaki di jalan yang sama, serta beberapa lokasi dengan kenangan mendalam. Tak lagi berpenghuni, Fukushima sudah berubah bak jelmaan Chernobyl di tanah Asia.
Selengkapnya bisa kamu baca di sini.