Wanita Indonesia Terlibat Pembunuhan Kakak Tiri Kim Jong Un?

Henry Hens diperbarui 18 Feb 2017, 10:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Polisi Malaysia menahan seorang Warna Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam, adik tiri dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Pembunuhan itu berlangsung di Bandara Udara Internasional Kuala Lumpur, pada 15 Februari kemarin.

Wanita itu bernama Siti Aisyah yang berasal dari Serang, Banten. Bersama seorang wanita lainnya, Siti diyakini membunuh korbannya dengan cairan kimia. Siti dicurigai sebagai mata-mata Korea Utara. Seperti dilansir dari liputan6.com, ibunda Siti, Benah, mengaku tidak tahu tentang kejadian tersebut.

Sang putri itu diketahuinya izin merantau untuk bekerja di Jakarta. Enggak tahu apa-apa. Ke Jakarta (izinnya) kerja konveksi," kata ibu berusia 50 tahun tersebut yang tinggal di ‎Kampung Rancasumur, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

Benah bercerita kalau anaknya di Jakarta menikah dengan Gunawan Hasim. Keduanya dikaruniai satu anak yang kemudian bercerai. Setelah bercerai dengan suaminya, Siti Aisyah merantau ke Batam "Tahunya saya dia kerja di Batam. Jualan baju, daleman. Tahu kejadian (membunuh) begini enggak tahu apa-apa," ungkap Benah.

Pemerintah Indonesia terus mengamati dugaan keterlibatan WNI dalam pembunuhan kakak pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam. Pihak Kemlu telah memberangkatkan tim ke Malaysia untuk mendampingi WNI tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan, KBRI Kuala Lumpur terus melakukan kontak dengan aparat hukum di Malaysia. Walaupun begitu, Kemlu tidak akan ikut campur dalam investigasi yang dilakukan Kepolisian Malaysia dalam penyelidikan pembunuhan kakak tiri Kim Jong-Un itu.

What's On Fimela