Eksklusif, Akting Pevita Pearce Tumbuh Bareng Karakternya di Film

Rivan Yuristiawan diperbarui 18 Apr 2017, 07:42 WIB

Fimela.com, Jakarta Pevita Pearce menambah satu lagi filmografi sebagai seorang aktris. Tak hanya dari judul film, Pevita memperkaya genre film yang pernah ia mainkan dengan bergabung dengan sebuah film bergenre drama komedi berjudul The Guys.

Ya, sebelum bermain di The Guys, gadis bernama lengkap Pevita Cleo Eileen Pearce memang lebih sering terlibat dalam film yang bergenre drama. Memulai karirnya di dunia film lewat film Denias pada 2006 silam, Pev, sapaan akrab Pevita juga turut terlibat dalam beberapa film seperti Lost in Love, Rasa, 5cm, Single, dan Aach... Aku Jatuh Cinta.

 

Namun, patut diakui, nama Pevita Pearce mulai banyak diperbincangkan publik setelah tampil apik di film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck pada 2013 lalu. Perannya sebagai Hayati itu pula lah yang akhirnya mengantarkan nama Pevita sebagai peraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terpuji di Festival Film Bandung 2014.

Terbilang sukses sebagai aktris di usianya yang masih 24 tahun, nyatanya adik kandung Keenan Pearce tersebut tak lekas puas. Di awal tahun 2017 ini, Pevita lantas mencoba mengeksplorasi kemampuan aktingnya lewat sebuah film drama komedi bersama Raditya Dika.

Berperan sebagai Amira di film The Guys tentunya menjadi pengalaman baru dalam karir Pevita Pearce. Terlebih, sang lawan main, Raditya Dika yang juga bertindak sebagai sutradara di film tersebut dianggapnya sebagai seorang yang memberikan pengalaman serta pelajaran baru dalam dunia akting, khususnya dari segi improvisasi dalam berkomedi.

"Di set, Raditya Dika suka bikin game yang membuat kita jadi belajar lebih tentang komedi dan belajar improvisasi komedi. Kita jadi belajar sesuatu yang baru," ungkap Pevita Pearce saat berbincang dengan Bintang.com baru-baru ini.

Lantas, bagaimana pengalaman Pevita Pearce selama proses syuting film The Guys? Apa yang membuat ia akhirnya keluar dari zona nyamannya sebagai aktris drama dengan mengambil film drama komedi? Serta apa yang membuat Pevita Pearce terlihat nyaman sebagai aktris film? Berikut jawabannya dalam sebuah wawancara eksklusif.

 

2 dari 3 halaman

Gugup Main di Drama Komedi

Pevita Pearce. ((Fotografer: Adrian Putra, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Sebagai seorang aktris, Pevita Pearce mengambil langkah maju dengan keluar dari zona nyamannya dalam seni peran. Hasilnya, terlibat di film The Guys membuatnya memiliki pengalaman baru yang bisa menambah ilmu baru dalam berakting di industri film.

Mungkin bisa dijelaskan seperti apa karakter kamu di film The Guys?
Di sini aku berperan jadi Amira. Amira ini karakternya kerja di kantoran, di agency jadi creatif director. Sia sangat perfeksionis dan sangat family oriented yang tidak ingin mengecewakan ayahnya karena ibunya sudah meninggal sejak kecil. Jadi dia independen cuma masih ada manjanya cuma nggak mau ditunjukin di depan orang.

Secara garis besar, film The Guys sendiri ceritanya seperti apa?
Film The Guys ini menceritakan tentang seorang karakter yang namanya Alfi yang diperankan oleh Raditya Dika dan kegelisahan dia dikantoran karena apakah ini passion-nya, atau ini hanya karena gaji bulanan yang bikin dia nyaman. Akhirnya, ada kegelisahan itu. Tapi ini juga banyak cerita-cerita lain seperti tentang cinta, keluarga, dan persahabatan yang dikemas jadi satu. Ini bisa dibilang paket komplit dimana ceritanya ada persahabatan, keluarga passion, cita-cita, ada juga percintaannya.

Kenapa tertarik untuk gabung main di The Guys?
Jadi memang ketika pertama kali dapat ide ceritanya aku udah tertarik dan aku menunggu skenarionya kurang lebih satu tahun sampai skenarionya turun. Dan ketika aku baca, ini menurut aku lucu banget dan cerita ini sangat luas jadi semua orang bisa, 'they can be related to the stories', semua bisa merasa nyambung dengan karakter-karakter yang ada di film ini.

Katanya, film The Guys ini pertama kalinya seorang Pevita Pearce main drama komedi, bagaimana rasanya?
Ini film drama komedi pertama, rasanya nervous dan excited karena bisa keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru.

Tantangannya sendiri seperti apa? Apa dituntut untuk bisa ngelucu juga?
Karakternya Amira sendiri nggak dituntut untuk jadi lucu, tapi karakter dia lebih komedi situasi, jadi situasinya yang membuat lucu. Jadi nggak ada tuntutan Amira ngelawak atau membuat situasi jadi lucu.

Beradu akting sama Raditya Dika, si penulis skenario dan sutradara film The Guys, gimana rasanya?
Bermain dengan Raditya Dika, karena memang skenarionya sudah dimatengin juga, jadi ketika mulai akting udah go with the flow dan dia juga sebagai penulis, director, pemain juga sangat kooperatif, juga sangat santai dan membiarkan aktornya eksplorasi sendiri sih.

Kalau sama dua aktor dari Thailand yang main di The Guys, gimana kesannya?
Ada dua pemain dari Thailand, Amira sendiri ada dua atau tiga scene dengan Phukai (Pongsiri Bunluewong). Bermain dengan Phukai itu dia sangat profesional, dia memang aktor dan dulunya atlet, dia humbel banget. Bisa main bareng sama Phukai juga itu jadi pengalaman berkesan dan yang tak terlupakan karena mendapatkan pelajaran baru, eksperience baru dari dia juga sebagai aktor.

Aku merasa terinspirasi oleh profesionalisme dia dan bagaimana dia bisa beradaptasi dari Thailand ke Indonesia, dimana dia nggak bisa bahasa Indonesia tapi dia tetap mainin karakternya nggak ada beban dan lancar-lancar aja sih.


Apa ada kesulitan main sama orang Thailand?
Dengan pemain Thailand memang scene-nya cuma ada beberapa, kita seringan ketemu saat kita take. Mungkin abis dia take aku yang take, cuma beberapa scene doang.

Selama proses syuting, apa pengalaman berkesan yang Pevita dapat?
Ada satu scene yang makan waktu sampai lima hari karena hujan terus. Jadi kita harus nunggu karena faktor cuaca. Karena ada beberapa adegan yg kita butuh sound bersih tapi hujan terus. Atau syuting eksterior kita harus nunggu.

Menurut kamu secara pribadi, apa sih pesan yang ingin disampaikan film The Guys ke penonton?
Banyak yang ingin disampaikan, tapi salah satunya yang utama adalah bagaimana kita mengejar cita-cita. Apakah ini kita lakukan karena kenyamanan gaji bulanan ataukah ini memang kita lakukan hal yang kita cintai? Karena kalau kita melakukan hal yang kita cintai, uang akan datang dengan sendirinya.

3 dari 3 halaman

Bukti Kecintaan Pevita Pearce pada Film

Pevita Pearce. ((Fotografer: Adrian Putra, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/Bintang.com)

Memiliki sederet film yang sudah pernah ia mainkan ternyata belum membuat Pevita Pearce puas atas pencapaiannya. Seperti halnya mencintai seseorang, kecintaannya pada film juga menuntutnya untuk terus menggali lebih dalam kemampuannya untuk memberikan yang terbaik di setiap perannya.

Dimata seorang Pevita Pearce, arti film buat kamu itu seperti apa?
Film adalah suatu flatform dimana kita bisa melihat sebuah seni dan menjadi satu kesatuan semuanya. Dari menulis, sinematografi, akting, semua jadi satu dan menjadi sebuah film.

Kamu bisa dibilang konsisten berkarir di film, apa yang membuat kamu jatuh cinta sama film?
Sebetulnya yang membuat aku jatuh cinta sebenarnya karena ketertarikan aku pada akting dan aku ngerasa bahwa di akting selalu ada hal baru yang diperdalam dan selalu ada hal unik untuk dipelajari juga.

Apa kecintaan itu juga yang membuat kamu akhirnya terkesan pilih-pilih karakter untuk terlibat di sebuah film?
Film itu kan satu kesatuan dari semuanya, jadi pertimbangan aku bukan hanya karakter, tapi cerita secara keseluruhannya. Dan setelah itu tim yang akan mengerjakan produksinya. Terus ceritanya, semuanya sih.

Dari sekian banyak karakter yang sudah kamu mainin, mana yang menurut kamu butuh effort lebih dari yang lain?
Untuk aku sendiri, salah satu yang effort-nya paling sulit dan paling butuh banyak perjuangan itu Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Di situ juga skenarionya prosesnya panjang, dan pendalaman karakternya kurang lebih enam bulan, syutingnya empat bulan. Dan itu dengan era dimana aku belum pernah mengalami era tersebut, jadi ada effort khusus sih.

Ngomong-ngomong, seorang Pevita Pearce suka nonton film seperti apa sih?
Kalo favorit aku untuk aku tonton ya, aku suka drama atau psychological thriller, antara dua itu. Kalo film psychological thriller yang paling aku suka Sixth Sense sama Gone Girl, terus Memento. Kalau drama banyak banget, Titanic, The Notebook, P.S. I Love You, Cassablanca.

Titanic legendaris banget ya. Kalau boleh tau, scene apa yang paling menarik di film Titanic?
Scene dimana Jack ngajarin Rose untuk meludah. Itu ada suatu ensemble pemain dan menunjukkan kekuatan dari Jack as a caracter dan juga kelemahan Rose. Di situ mereka kaya beradaptasi dan di situ kaya romance-nya mulai jalan.

Kamu suka nonton film psychological thriller, tertarik nggak kalau ada yang ngajakin main?
Mungkin one day ketika ada skenario yang bagus dengan tim yang memang mengerjakannya bagus ya Insya Allah nggak nolak.

Kalau dalam waktu dekat ini, sudah ada tawaran untuk terlibat main film lagi?
Kalau untuk aku sih aku biasanya nggak terlalu banyak cerita kalau misalnya memang film itu belum selesai di shoot, jadi tunggu aja.

Ya, seperti yang dikatakan Pevita, tak perlu banyak berucap sebelum karyanya bisa dinikmati oleh pencinta film tanah air. Yang pasti, bagi Pevita, kecintaannya pada film akan terus memaksanya berkembang dengan karakter dan pengalaman baru. Good luck, Pevita Pearce!