Penyesalan Setelah Putus Cinta Itu Kadang Hanya Kepura-puraan

fitriandiani diperbarui 31 Mei 2017, 14:20 WIB

Fimela.com, Jakarta Putus cinta pangkal galau. Mau mutusin atau diputusin, putus cinta pasti menimbulkan kehampaan dalam hati. Dia yang biasa ada, di luar segala hal menyebalkan tentangnya, tiba-tiba harus dianggap nggak ada. Akibatnya rindu itu pun melanda.

Tak jarang, hari-hari setelah putus cinta diisi dengan rasa penyesalan yang dalam. Kamu mempertanyakan ketepatan perpisahan tersebut, ketepatan keputusan yang diambil, dan kemampuan dirimu untuk jauh darinya. Kamu merasa tak bisa, kamu merasa semua ini salah. Kamu berpikir bahwa apa yang dibilang orang, bahwa kita baru akan merasakan betapa pentingnya sesuatu atau seseorang bagi hidup kita setelah ia tiada, itu benar adanya. Kamu sangat mencintainya, dan kamu ingin mengembalikan keadaan seperti sedia kala saat kalian masih bersama.

Tapi, ada satu pertanyaan, apakah semua yang kamu pikirkan itu benar adanya, atau hanya kepura-puraan dalam pikiran? Mungkin ini semacam 'turbulensi' dalam proses adaptasi terhadap perjalanan barumu saja?

Kamu harus mencari tahu, sebab dengan mengetahui alasan yang pasti, kamu jadi bisa menentukan langkahmu ke depannya dengan tepat. Kamu takkan kehilangan arah dan tujuan hidup.

Bisa jadi kamu hanya kesepian. Seperti yang dibilang tadi, dia yang biasa ada lalu tiba-tiba ditiadakan, pasti menyisakan satu ruang hampa di hatimu. Wajar kalau kamu merasa sepi. Untuk memastikan kamu ingin dia kembali atau hanya butuh distraksi, coba cari kegiatan di luar yang bisa membuatmu kembali mengontrol fokusmu.

Atau mungkin, kamu sedang disadarkan oleh keadaan bahwa selama ini kamu terlalu menggantungkan hidupmu padanya. Itu jelas bukanlah sesuatu hal yang baik untuk dirimu, bersama dia atau tidak bersama dia. Mumpung sekarang lagi sendiri, kamu harus melatih kemandirian dan mengubah mindset-mu tentang kebahagiaan. Apa-apa yang kamu butuh, dapatkan dengan usaha sendiri. Kalau kamu berhasil, ini akan baik untuk dirimu dan hubunganmu berikutnya.

Kamu tidak tahu caranya mencintai, bahkan untuk mencintai dirimu sendiri. Kamu mencintai dia hingga begitu merasa memiliki, sampai tak sadar cinta pada dirimu sendiri ikut hilang. Saat dia pergi, tak heran kamu kehilangan semuanya. Bukan hanya dia, tapi juga dirimu sendiri. Sebelum berupaya memintanya kembali, alangkah baiknya jika kamu belajar mencintai dirimu sendiri dulu.

Apa pun kegalauan yang kamu rasakan, perbaiki semuanya mulai dari dirimu sendiri dulu. Ingin kembali bersamanya, tetap sendiri, atau menjalin hubungan dengan yang baru lagi, setidaknya dengan introspeksi dan mempelajari apa yang terjadi, sedih yang kamu rasakan akibat putus cinta takkan sia-sia. 

What's On Fimela