Demi Kebahagiaan Bersama, Sebaiknya Akhiri Hubungan Sampai di Sini Saja

fitriandiani diperbarui 17 Apr 2018, 05:18 WIB

Fimela.com, Jakarta Mempertahankan hubungan tak semudah memulainya. Manakala mempertahankan, artinya kamu tak hanya menikmati bahagia tapi juga harus bisa menghadapi berbagai ujian yang menghadang, sesulit apapun itu.

Butuh perasaan yang tenang dan sabar untuk mempertahankan sebuah hubungan agar senantiasa bahagia dan langgeng. Namun, jika bersama pasangan kamu justru banyak mengalah, banyak bersabar dan banyak berkorban, pikirkan lagi apakah hubungan itu akan dilanjutkan atau diakhiri saja.

Melansir dari laman Allwomanstalk.com, hubungan bahagia dan menyenangkan adalah ketika dua orang yang menjalinnya bisa saling menjaga, percaya dan bersabar untuk satu sama lainnya. Hubungan yang bahagia juga merupakan hubungan yang diperjuangkan serta dipertahankan bersama antar pasangan. Jika hanya satu orang saja berjuang keras untuk mempertahankan, sudah saatnya hubungan ini diakhiri demi kebahagiaan bersama.

Mengenai hubungan asmara, ada beberapa hal yang bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut sebaiknya diakhiri saja. Tanda-tanda tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

Kamu Tidak Menjadi Dirimu Sendiri

Saat kamu tidak bisa menjadi dirimu sendiri di depan pasangan, sebaiknya kamu memikirkan lagi apakah hubungan ini akan dilanjutkan atau diakhiri saja. Hubungan yang bahagia dan tanpa cela sejatinya adalah ketika dua orang di dalamnya bisa menjadi dirinya sendiri, saling menerima kekurangan serta kelebihan pada masing-masing pribadi, dan tidak membuat kamu maupun pasangan terkekang hanya karena ingin menjadi sosok terbaik dan sosok yang diimpikan pasangan.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Tanda Hubungan Sudah Lebih Baik Diakhiri Daripada Dipertahankan

Hal selain putus yang juga bikin sakit hati dalam hubungan. (Foto: pexels.com)

Visi & Misi yang Berbeda

Pastikan bahwa kamu dan pasangan memiliki visi misi yang sama saat membangun dan mempertahankan hubungan kalian. Ketika kamu dan pasangan memiliki visi misi berbeda, ini akan menjadi penghalang bagi kelanggengan hubungan kalian.

Perbedaan visi misi sering kali menimbulkan kesalahpahaman yang akhirnya mampu merusak bahkan menghancurkan hubungan. Jika perbedaan visi misi ini tak bisa disamakan atau disejalankan, sebaiknya akhirnya hubungan kalian dan usahakan untuk menemukan pasangan baru yang semisi dan sevisi serta mau saling mengerti juga memahami satu sama lain.

Tidak Ada Hubungan dengan Keluarga & Teman

Hubungan asmara yang sehat bukan hanya tentang kamu dan pasangan. Tapi juga kamu dengan keluarga pasangan, kamu dengan teman-temannya dan orang-orang yang dikenalnya. Begitu pun sebaliknya. Jika dalam hubungan itu hanya ada kamu dan pasangan, pikirkan lagi apakah pasangan sungguh serius dengan kamu. Pikirkan lagi apakah hubungan ini bisa dibawa ke arah yang lebih jelas ke depannya.

 

Sudah punya pacar baru beberapa saat setelah putus bukan berarti sudah move on. (Foto: unsplash.com)

Saat kamu atau pasangan tidak bisa menerima salah satu keluarga kalian juga teman-teman dari kalian, akan sangat kecil kemungkinan kalian hidup bahagia bersama nantinya. Karena sejatinya hubungan bukan tentang kamu dan pasangan saja, kenali lebih dekat keluarga dan teman-teman kalian satu sama lain. Kalau memang tidak bisa, akhiri hubungan itu meski akan terasa sangat sakit dan sulit.

Adanya tanda-tanda berikut adalah akar permasalahan. Mungkin tidak akan terasa dampaknya sekarang, tapi lama kelamaan itu akan menjadi satu masalah besar bagi hubungan.

 

 

Sumber: vemale.com

Penulis: Rohmitriasih