Kain Indonesia: Tips membedakan Batik Tulis, Batik Cap, dan Batik Print

Patricia Wulandari diperbarui 12 Agu 2016, 13:00 WIB

Jakarta (Sumber: kendimas.blogdetik.com)

Tidak diragukan lagi, perkembangan batik sekarang ini semakin pesat dan memunculkan motif-motif yang beragam. Terlepas dari corak batik yang ada, kita juga mengenal ada tiga jenis batik, yaitu batik tulis, batik cap, dan batik print. Seperti yang kita semua sudah tahu, jenis batik ini juga membedakan harga yang dijual di pasaran, dengan harga paling mahal jatuh pada kain batik tulis.

Tapi, apakah kamu sudah tahu apa yang membedakan ketiganya? Jangan sampai kamu salah memilih jenis kain, Fimelova!

Batik Tulis

Sebenarnya kamu sudah bisa membedakan batik tulis dari jenis motifnya. Harga batik tulis juga jauh lebih mahal karena proses pembuatannya lebih rumit. Setiap kain batik tulis yang ada dibuat secara manual menggunakan tangan. Karena itu, tidak ada satu pun batik tulis yang kembar, dan motifnya biasanya lebih rumit. Karena dibuat dengan tangan, hasilnya pun tidak sesempurna batik cap maupun batik print. Pengulangan motif tidak simetris dan ukurannya pun tidak akan bisa sama persis. Jika kain dibalik, warna dan motifnya tetap sama karena setelah bagian depannya dicanting, maka bagian sebaliknya juga harus dicanting lagi.

Proses pembuatan batik tulis menggunakan pewarna alami. Beberapa yang digunakan seperti kulit kayu teger untuk warka kuning, kayu jambal untuk warna cokelat, kulit kayu tingi untuk warna hitam, dan daun tom dan akarnya untuk warna biru. 

Waktu pengerjaan batik tulis memakan waktu berbulan-bulan, Fimelova! Dan yang paling istimewa adalah setiap batik tulis yang kamu miliki hanya ada satu-satunya di dunia ini.

Batik Cap 

Batik cap dibuat dengan menggunakan lempengan besi yang berfungsi seperti stempel untuk dicapkan ke atas kain. Berbeda dari batik tulis, batik cap memiliki motif yang cenderung berulang dan tidak begitu banyak detail karena cara pembuatannya yang dicap. Di samping itu, jika kain dibalik, warna dan motif kainnya tidak sama. Bagian belakang kain cenderung memiliki warna yang lebih redup atau tipis. Waktu pengerjaan batik cap juga cenderung jauh lebih singkat, hanya memakan waktu dua hingga tiga hari kerja.

Batik Print

Berbeda dari dua jenis batik sebelumnya yang masih menggunakan canting dalam proses pembuatannya, batik print sebenarnya dibuat dengan proses sablon. Proses ini membuat batik print dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu pengerjaan yang sangat singkat. Motif yang terdapat di dalam batik print juga jauh lebih bervariasi dan sangat seragam di dalam satu kain. Kalau kainnya dibalik, warna dan motif tidak meresap ke seluruh kain, hanya di bagian permukaan depan saja. Jadi bagian belakang kain akan berwarna agak putih. Batik print merupakan jenis batik yang sangat populer dan paling mudah ditemukan.

 

Jadi, tidak bingung lagi kan membedakan jenis-jenis batik yang kamu temui?