Mata, Indikator Kesehatan yang Masih Jarang Diperhatikan Orang Kebanyakan

Melida Rostika diperbarui 31 Okt 2017, 13:20 WIB

Jakarta Mengubah pola hidup jadi lebih sehat seperti rajin berolah raga dan mengonsumsi makanan sehat tengah digandrungi masyarakat global. Namun rasanya baru sedikit yang memperhatikan kesehatan mata. Sebuah penelitian menemukan bahwa saat ini, lebih dari dari dua pertiga responden (68%) menganggap berat badan dan tingkat kebugaran (57%) sebagai indikator kesehatan dan kesejahteraan secara umum, dan hanya sepertiga (34%) dari responden yang menganggap penglihatan sebagai penanda kesehatan secara menyeluruh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)-pun memprediksi bahwa satu dari dua orang akan menderita rabun jauh pada tahun 2050 nanti, dan beban mata semakin meningkat karena kita menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan sambil melihat layar komputer dan berbagai aktivitas lainnya. Mungkin kini sudah saatnya lebih memperhatikan kesehatan mata, agar tidak menyesal di kemudian hari. Bila memiliki aktivitas padat di depan layar komputer atau gadget lainnya, sebaiknya beri jeda waktu untuk istirahatkan mata sejenak. Pergi keluar untuk hirup udara segar, serta lihat pemandangan outdoor dipercaya mampu mengistirahatkan tubuh dan mata. Selain menghindari stress, aktivitas ini mampu mengisi kembali energi untuk kembali beraktivitas. 

Selain itu, mengonsumsi vitamin untuk kesehatan mata juga bisa dilakukan. Namun ada satu yang tak kalah penting. Kualitas pencahayaan dalam ruangan sejatinya harus selalu diperhatikan. Kualitas cahaya yang baik sebenarnya adalah cahaya yang merata dan tidak berkedip, layaknya sinar matahari di luar ruangan. Mendapatkan kualitas cahaya tersebut untuk di dalam ruangan kini tak sulit lagi, cukup pilih bola lampu LED yang memiliki kualitas terbaik, dan tidak berkedip. Karena bila tidak diperhatikan, pemilihan bola lampu sembarangan dan berkedip mampu mengganggu kesehatan mata yang bisa berujung kepada kerusakan mata permanen seperi Miopi (rabun jauh), mata lelah, atau bahkan penyakit lazy eyes. 

Philips Lighting telah mengembangkan teknologi dengan tahap pengujian yang mendetail untuk menghasilkan bola lampu dengan kualitas terbaik dan nyaman untuk kesehatan mata atau “Eye Comfort”. Dalam setiap proses tahap pengujian, Philips LED diperiksa untuk memastikan produk memenuhi standar tinggi yang ditetapkan sekaligus hemat energi dan memiliki masa pakai rata-rata lebih dari sepuluh tahun. Semua bohlam Philips LED yang dilengkapi dengan logo EyeComfort pada kemasannya memberikan pencahayaan yang nyaman bagi mata. Ini berarti siapapun akan menikmati pencahayaan LED berkualitas tinggi yang tidak berkedip, tidak silau, serta memiliki distribusi cahaya yang merata sehingga mata menjadi lebih nyaman dan rileks. Sebuah langkah kecil, seperti mengganti bola lampu berdampak besar untuk kesehatan mata seluruh anggota keluarga, kini, hingga nanti. 

 

What's On Fimela