Obrolan Intim: Terlalu Sering Bercinta, Ini Risiko yang Dialami Suami Istri

Karla Farhana diperbarui 30 Jul 2018, 21:37 WIB

Fimela.com, Jakarta Seks bagi pasangan suami istri memiliki banyak manfaat. Selain meningkatkan kemungkinan untuk hamil, seks juga bisa meredakan sakit perut saat kamu sedang haid. Juga, bisa mengurangi tingkat stres. 

Tapi sayangnya, seks yang terlalu banyak atau sering juga memiliki sejumlah sisi buruknya. Biasanya, hal ini terjadi pada pasangan pengantin baru yang dilanda mabuk cinta pada masa-masa awal pernikahan. 

Dilansir dari Prevention, kurang bercinta juga nggak baik untuk pasangan. Namun, kebanyakan seks juga bisa menimbulkan beberapa efek samping, terutama buat para istri. 

1. Inflamasi dan Bengkak

Dilansir dari Standard Media, pasangan suami istri yang baru saja menikah kadang masih memiliki gelora asmara yang menggebu-gebu. sex marathon kadang bisa terjadi. 

Namun, hal ini kalau tak dilakukan dengan hati-hati bisa menimbulkan sakit dan bahkan bengkak pada area kemaluan. Kondisi ini biasanya disebut vaginal excoriation, di mana vagina mengalami nyeri dan iritasi pada dinding vulva.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

UTI

Lingerie. (nymag.com)

UTI atau infeksi saluran kencing bisa terjadi ketika bakteria masuk ke dalam saluran kencing. Hal ini bisa saja terjadi ketika kamu menerima penetrasi dari pasangan. 

Bakteria yang masuk ke dalam saluran kencing ini bisa dari mana saja. Bisa dari kasur, bantal, atau juga air yang masuk setelah kamu bercinta. 

3 dari 3 halaman

Sakit Punggung

Supaya bulan puasa di bulan Ramadan-nya nggak batal, ini ada 5 trik aman bercinta yang harus dipahami suami-istri. (Ilustrasi: iStockphoto)

Mencoba berbagai hal saat bercinta dengan pasangan boleh-boleh saja. Tapi, kamu juga harus memikirkan keamanan dan keselamatan. 

Prevention menulis, banyak para istri yang mengeluh pinggang dan punggung terasa sakit usai melakukan hubungan seks dengan suami.