Jangan Diganggu! Saya Sedang Liburan!

FimelaDiterbitkan 16 Juni 2010, 07:20 WIB
Vemale.com - Cosmopolitan
Tiap kali mau mulai mengetik sesuatu di layar komputer, pasti mata Anda tanpa sengaja melirik ke arah kalender yang diletakkan di sebelah monitor. Di kalender itu, tertulis dengan spidol merah permanen yang sangat catchy, "Satu minggu bersama David. Akhirnya!" Ah ya, liburan bersama pasangan ke Pulau Komodo yang sudah lama sekali direncanakan itu sebentar lagi akan tiba. Tak sabar! Sebelumnya, coba ingat-ingat berapa kali Anda harus lembur sampai jam satu pagi padahal enam jam ke depan Anda sudah harus ada di airport! Atau sampai ditegur pramugari karena tak kunjung mematikan ponsel padahal pesawat sudah mau take off tapi justru dijawab dengan "Sebentar, saya hanya tinggal memeriksa satu email lagi. PLEASE!!" Alhasil ketimbang bercinta dengan pasangan, Anda justru 'bermesraan' dengan urusan kantor. Belum lagi ketika kembali masuk kantor sudah ada jutaan email di inbox Anda yang menanyakan, "Kenapa laporan yang ini belum masuk?" Atau, "Perkembangan proyek yang itu sudah sampai mana?" Oh, ini bagaikan mimpi buruk! Tak ingin itu terjadi lagi, bukan? Ikuti panduan Cosmo berikut agar liburan Anda tak terganggu. Karena inti dari liburan adalah terbebas dari stres, bukannya menambah masalah. Prioritas Tak perlu menjadi seorang genius untuk mengetahui kalau Anda bekerja sesuai skala prioritas, maka waktu pun akan jadi kian efektif. Mulailah dengan membuat daftar apa saja pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum Anda cuti dan mana yang bisa menunggu sampai Anda kembali masuk kerja. Ingat, pekerjaan yang deadline-nya jatuh ketika Anda sedang snorkling, artinya harus diselesaikan sebelum Anda berlibur. Delegasi Darling, pekerjaan di kantor harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, with or without you in it. Jadi, terkadang kejam memang ketika kantor terus-terusan membombardir Anda dengan pertanyaan sepele, seperti, "File A ada di map hijau atau yang bening, ya?" Sebenarnya momen cuti ini merupakan saat yang tepat untuk mendelegasikan pekerjaan Anda. Karena satu, belum ada teknologi yang memungkinkan Anda untuk mengkloning tubuh sendiri. Lalu dua, ada keterbatasan yang tak memungkinkan Anda mengerjakan semuanya sendirian. Di samping itu, ini juga menunjukkan kalau Anda menaruh kepercayaan terhadap kolega untuk menyelesaikan pekerjaan Anda. Lalu untuk balas budi? Di lain kesempatan tawarkan diri untuk membantu pekerjaannya. Atau bawakan saja ia aksesori khas Pulau Komodo sebagai oleh-oleh. Check List Ini selalu berhasil. Tulis apa saja pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu di Post-it, lalu tempelkan di monitor. Mencoba mengingat semuanya di kepala Anda justru merupakan cara yang paling ampuh untuk bikin Anda lupa. Sesuatu yang membuat Anda berteriak "Sh*t! Email yang itu belum dikirim!" ketika pramugari tengah memperagakan cara pemakaian sabuk pengaman yang benar di atas pesawat. Email otomatis Sebagian besar perusahaan sebenarnya sudah punya peraturan sendiri yang mengharuskan Anda membuat out of office reply. Tapi kalau Anda bekerja di perusahaan kecil yang tak punya peraturan ini, maka ini harus dibikin sendiri. Menurut Ali Hale, salah satu pendiri situs Alphastudent.com, ada tiga hal yang harus Anda cantumkan. 1. Tanggal kepergian 2. Sebuah kalimat yang menyatakan kalau Anda akan menanggapi email si pengirim setelah kembali bekerja 3. Detail alamat email dan nomor telepon orang yang bisa dihubungi kalau ada masalah yang bersifat urgent (masih ingat soal aksesoris di Pulau Komodo tadi? Ya, ini juga salah satu alasannya kenapa Anda harus membeli oleh-oleh) Sebaiknya Anda juga turut mencantumkan nomor telepon pribadi agar bisa dihubungi. Tapi kalau ini adalah liburan sakral dan Anda benar-benar tak ingin diganggu, boleh saja kalau Anda tak melakukannya. Tinggalkan Instruksi Kalau Anda memegang beberapa peralatan kantor yang dipakai secara massal (seperti kamera kantor, alat rekam, atau kunci lemari berisi alat tulis), maka pastikan Anda memberi instruksi secara jelas di mana menyimpannya. Dan jangan berani-berani berpikir untuk meninggalkan pesan yang berisi, "Ingin tahu di mana menaruh voucher taksi? Ketika matahari tepat berada di posisi 45 derajat, bayangannya akan mengarah pada..." okay that's it, they're calling your cellphone. Tinggalkan catatan untuk diri sendiri Di hari terakhir Anda di kantor, tinggalkan note di atas meja yang bertuliskan apa tugas pertama yang harus jadi prioritas sekembalinya Anda ke kantor nanti (baca: realita). Oh satu lagi, jangan lupa menonaktifkan out of office reply Anda karena hal ini kerap kali terlupakan. Selamat liburan! Tenang, jangan terlalu khawatir. Perusahaan tak akan bangkrut hanya karena Anda tinggalkan selama seminggu. "Sebagian besar situasi krisis sebenarnya berasal dari reaksi yang berlebihan," ujar Ali Hale. Jadi ingat, jangan membuat rumit situasi yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan simpel. And don't overthink things! Nah sekarang, berliburlah dengan tenang karena semua pekerjaan sudah Anda berasakan. LIBURAN INSTANT Tak ada waktu untuk mengambil cuti? Tenang, setelah makan siang, buat pikiran dan tubuh Anda relaks lewat terapi berikut ini 1. Cari tempat di mana Anda bisa duduk dalam keheningan. Pejamkan mata, lalu tarik napas dalam 2. Lakukan sedikit gerakan stretching untuk melemaskan otot-otot di tubuh Anda yang sebelumnya tegang 3. Lanjutkan sesi relaksasi ini selama 20 menit. Setelahnya tubuh dan pikiran kembali fresh dan Anda pun siap 'bertempur' dengan tugas-tugas yang sudah menumpuk di meja kerja 4. Tak bisa menemukan tempat yang tenang? Cari tempat, reflexology terdekat dan lakukan terapi singkat selama 30 menit saja. Segarnya! [initial] Source: Cosmopolitan, Mei 2010, halaman 236 Provided by:
(Cosmo/meg)
What's On Fimela