Sukses

Beauty

Kenali Bahaya SLS dalam Produk Perawatan Rambut bagi Ibu Hamil

Fimela.com, Jakarta Bagi banyak orang, busa melimpah dari sampo sering dianggap tanda rambut benar-benar bersih. Padahal, di balik busa lembut itu ada bahan kimia bernama Sodium Lauryl Sulfate atau SLS yang perlu diwaspadai, terutama oleh ibu hamil. SLS memang umum digunakan dalam berbagai produk perawatan rambut dan tubuh, tetapi kandungan ini bisa menimbulkan efek samping tertentu jika digunakan dalam jangka panjang.

Bersumber dari laman madamelepresidente.fr SLS adalah bahan pembersih dan pembuat busa yang sering ditemukan dalam sampo, sabun mandi, pasta gigi, hingga deterjen. Fungsinya untuk mengangkat minyak dan kotoran dari kulit kepala sehingga rambut terasa bersih. Namun, di balik kemampuannya itu, SLS termasuk bahan kimia sintetis yang dapat menimbulkan iritasi pada kulit sensitif, termasuk kulit kepala ibu hamil.

Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan hormon yang membuat kulit menjadi lebih sensitif. Kandungan SLS yang keras bisa memperparah kondisi ini, menyebabkan kulit kepala kering, gatal, bahkan muncul ruam. Karena SLS dapat terserap melalui kulit, risiko paparan bahan kimia ke tubuh juga meningkat.

Penggunaan sampo dengan kandungan SLS secara terus-menerus dapat menyebabkan iritasi, terutama bagi ibu hamil yang memiliki kulit sensitif. Gejala yang sering muncul antara lain rasa perih, kemerahan, dan ketombe berlebih. Jika kulit kepala sudah mengalami gangguan, kondisi ini bisa memicu stres tambahan dan membuat ibu merasa tidak nyaman selama menjalani masa kehamilan.

Dampak SLS pada kulit kepala dan kesehatan rambut ibu hamil

Meskipun jumlah SLS yang terserap ke dalam tubuh tergolong kecil, paparan yang terjadi berulang-ulang tetap dapat menumpuk. Beberapa penelitian menyebut bahwa bahan kimia tertentu bisa menembus lapisan kulit dan masuk ke peredaran darah. Karena itu, banyak ahli menyarankan ibu hamil untuk mengurangi penggunaan produk yang mengandung bahan sintetis kuat, termasuk SLS.

SLS bekerja dengan cara melarutkan minyak alami di kulit kepala. Jika digunakan berlebihan, kulit kepala menjadi terlalu kering dan kehilangan pelindung alaminya. Akibatnya, rambut bisa terasa kasar, mudah rontok, dan sulit diatur. Pada ibu hamil yang sedang mengalami perubahan hormon, efek ini bisa menjadi lebih parah dan mengganggu kesehatan rambut secara keseluruhan.

Kabar baiknya, kini banyak produk perawatan rambut yang diformulasikan tanpa SLS. Cari label seperti “SLS-free” atau “sulfate-free” di kemasan sampo. Produk ini biasanya menggunakan bahan pembersih alami dari kelapa atau gula yang lebih lembut di kulit kepala, sehingga tetap membersihkan dengan baik tanpa menimbulkan iritasi.

Langkah aman merawat rambut selama kehamilan

Selain memperhatikan label bebas SLS, ibu hamil disarankan memilih produk yang mengandung bahan alami seperti lidah buaya, minyak argan, atau ekstrak chamomile. Kandungan alami ini membantu menenangkan kulit kepala, melembapkan rambut, dan aman digunakan secara rutin tanpa menimbulkan efek samping.

Selain mengganti sampo, ibu hamil juga bisa menjaga kesehatan rambut dengan cara sederhana seperti tidak keramas terlalu sering, menghindari penggunaan alat panas berlebihan, dan mencukupi kebutuhan air putih. Pola makan bergizi dan cukup istirahat juga berperan penting menjaga kekuatan rambut selama masa kehamilan.

SLS memang membuat rambut terasa bersih dan berbusa banyak, tapi efeknya pada kulit dan kesehatan jangka panjang tidak boleh diabaikan terutama bagi ibu hamil. Dengan memilih produk yang lebih lembut dan alami, ibu tidak hanya melindungi diri sendiri dari iritasi, tapi juga menjaga kenyamanan dan kesehatan janin. Jadi, mulai sekarang, pastikan sampomu bebas dari SLS agar kehamilan tetap sehat dan rambut tetap terawat.

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading