Sukses

FimelaMom

Ibu Baru Kurang Tidur? Ini Cara Memprioritaskan Tidur Saat Cuti Melahirkan

ringkasan

  • Prioritaskan pembagian tugas malam dengan pasangan atau bantuan lain untuk memastikan kedua orang tua mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
  • Manfaatkan waktu tidur siang bayi untuk beristirahat dan gunakan cuti orang tua secara strategis untuk memaksimalkan pemulihan energi.
  • Terapkan kebersihan tidur yang baik dan ciptakan lingkungan tidur yang aman bagi bayi, sambil mengelola stres dan kecemasan untuk kesejahteraan mental.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, memiliki bayi baru lahir adalah anugerah yang luar biasa, namun seringkali juga membawa tantangan baru, terutama terkait waktu istirahat. Kurang tidur menjadi hal umum bagi orangtua atau ibu baru karena jadwal menyusui yang padat dan pola tidur bayi yang belum teratur. Kondisi ini dapat memengaruhi suasana hati, fokus, dan bahkan meningkatkan risiko depresi pascapersalinan.

Meskipun bayi sering tidur siang, stres dan antisipasi seringkali menghalangi orangtua untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas. Orangtua atau ibu baru umumnya kehilangan 2-3 jam tidur setiap malam selama tahun pertama kehidupan bayi mereka. Akumulasi kurang tidur ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Oleh karena itu, memprioritaskan tidur selama cuti orangtua setelah memiliki bayi baru lahir sangatlah krusial demi kesejahteraan seluruh keluarga. Dilansir dari berbagai sumber, kita akan membahas berbagai strategi praktis yang bisa Sahabat Fimela terapkan untuk memastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup. Mari kita temukan cara terbaik untuk memprioritaskan tidur di tengah kesibukan merawat si kecil.

Strategi Jitu Berbagi Tugas Malam dan Mencari Bantuan

Salah satu kunci utama dalam cara memprioritaskan tidur selama cuti orangtua setelah memiliki bayi baru lahir adalah dengan berbagi tugas malam secara efektif. Berbagi tanggung jawab ini memungkinkan kedua orang tua mendapatkan setidaknya sedikit waktu tidur yang berkualitas. Anda bisa bergiliran memberi makan, mengganti popok, atau menenangkan bayi.

Misalnya, satu orang bisa menjaga bayi dari jam 10 malam hingga 2 pagi, sementara yang lain mengambil giliran dari jam 2 pagi hingga 6 pagi. Pembagian shift tidur ini memastikan masing-masing mendapatkan setidaknya empat jam tidur tanpa gangguan. Jika memungkinkan, tidur di kamar terpisah dapat membantu pasangan yang tidak bertugas untuk beristirahat lebih nyenyak.

Bagi ibu menyusui, Anda tetap bisa mendapatkan lebih banyak tidur jika pasangan atau pembantu mengambil alih tugas non-menyusui seperti menyendawakan atau mengganti popok. Memompa ASI sebelum tidur juga memungkinkan pasangan Anda memberi makan bayi dengan botol saat Anda beristirahat. Ingat, tidur bukanlah hal yang egois, melainkan penting untuk kesejahteraan keluarga.

Pendekatan 'satu malam bertugas, satu malam libur' juga bisa menjadi pilihan. Ini berarti satu orang mengurus bayi sepanjang malam, dan malam berikutnya giliran pasangan. Strategi ini sangat membantu dalam upaya memprioritaskan tidur bagi orangtua baru, terutama jika ada bantuan dari teman atau kerabat.

Manfaatkan Waktu Tidur Bayi dan Cuti Orangtua

Strategi penting lainnya untuk memprioritaskan tidur selama cuti orangtua adalah dengan 'tidur saat bayi tidur'. Bayi baru lahir sering tidur siang selama 2 hingga 4 jam, total 16 hingga 18 jam sehari. Manfaatkan waktu ini untuk beristirahat, alih-alih melakukan pekerjaan rumah tangga yang bisa ditunda.

Para ahli menyarankan bahwa tidur siang singkat, bahkan hanya setengah jam, sudah cukup untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa membuat Anda merasa lebih mengantuk. Prioritaskan tidur siang Anda di atas mencuci pakaian atau piring. Teman dan keluarga pasti akan mengerti mengapa rumah sedikit berantakan.

Selain itu, manfaatkan cuti orangtua sebaik mungkin untuk mendukung upaya memprioritaskan tidur. Kebijakan cuti bervariasi, namun jika kedua orang tua dapat mengambil cuti, ini akan sangat membantu. Misalnya, ibu mengambil cuti lebih dulu, lalu pasangan mengambil cuti beberapa minggu kemudian, memberikan kesempatan ibu untuk mengejar ketertinggalan tidur.

Cuti orangtua berbayar terbukti meningkatkan hubungan, mengurangi stres finansial, memperkuat ikatan dengan bayi, dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan. Ini adalah kesempatan emas untuk fokus pada pemulihan dan adaptasi tanpa beban pekerjaan yang terlalu berat, membantu Anda memprioritaskan istirahat.

Ciptakan Rutinitas dan Lingkungan Tidur yang Optimal

Menciptakan rutinitas dan kebiasaan tidur yang baik, baik untuk Anda maupun bayi, sangat esensial dalam cara memprioritaskan tidur selama cuti orangtua setelah memiliki bayi baru lahir. Terapkan kebersihan tidur yang baik: matikan semua elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur, batasi kafein, dan usahakan tidur pada waktu yang sama setiap malam.

Pastikan lingkungan tidur Anda positif, seperti kamar yang gelap, sejuk, dan minim gangguan. Hindari penggunaan elektronik sebelum tidur, karena cahaya dari perangkat dapat mengganggu jam tubuh Anda. Kembangkan rutinitas malam hari yang menenangkan, seperti mandi air hangat atau membaca buku, untuk membantu Anda rileks.

Untuk bayi, penting untuk menciptakan lingkungan tidur yang aman. Selalu tempatkan bayi telentang untuk tidur siang dan malam di permukaan yang kokoh dan datar. Jauhkan area tidur bayi dari selimut, bantal, atau mainan lembut. Berbagi kamar dengan bayi, bukan berbagi tempat tidur, dapat mengurangi risiko SIDS hingga 50%.

Selain itu, kelola kecemasan dan stres yang mungkin muncul. Jika kecemasan membuat Anda sulit tidur, gunakan teknik relaksasi atau meditasi. Berbicara dengan profesional kesehatan juga penting jika Anda terus merasa stres atau cemas setelah mencoba strategi tidur yang berkualitas. Ingat, kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan ini akan membantu Anda memprioritaskan tidur.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading