Tips Menjadi Juru Dongeng Yang Oke

FimelaDiterbitkan 25 Februari 2011, 07:00 WIB
Vemale.com - Dongeng. Siapa yang tidak suka mendengar dongeng yang diceritakan penuh warna dan kreatif. Inilah yang harus dimiliki oleh seorang juru dongeng agar cerita yang disampaikan tidak membosankan dan itu-itu saja. Menceritakan dongeng memang terlihat sederhana, tetapi tidak sesederhana itu. Seperti yang telah kami tuliskan pada artikel Manfaat Mendongeng Untuk Anak, ada banyak manfaat dongeng. Sehingga, Anda harus bisa mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak Anda saat bercerita. Dongeng yang Anda ceritakan juga harus mengalir dan tidak boleh membosankan di tengah jalan. Semua itu tergantung keahlian sang juru dongeng. Kalau sekarang Anda gemar atau mulai membiasakan untuk mendongeng untuk buah hati Anda sebelum tidur, ada baiknya Anda sedikit tahu mengenai tips dan trik sebagai juru dongeng. Siapa tahu Anda dinobatkan sebagai juru dongeng terbaik oleh buah hati Anda. Singkirkan Pengganggu Waktu mendongeng tiba, inilah panggung pertunjukan Anda. Sebagai seseorang yang akan tampil, maka Anda harus menyingkirkan segala saingan Anda. Dalam hal ini tentunya televisi, suara musik, suara ponsel atau apapun yang dapat memecah konsentrasi Anda dan buah hati. Pastikan juga bahwa kamar tidur buah hati Anda terbebas dari nyamuk saat Anda mendongeng. Biar Anak Yang Memilih Cerita Karena Anda adalah juru dongeng, maka anak Anda adalah raja dan ratu yang harus Anda layani. Biarkan dia memilih sendiri dongeng apa yang ingin dia dengar. Jika Anda ingin berkompromi dengan memberinya kisah baru, ajukan dengan sedikit kesan misterius agar dia penasaran. "Bunda punya dongeng baru loh... Tentang anak itik yang tersesat di hutan belantara, nanti itiknya bertemu dengan penyihir, lalu si anak itik minta diubah menjadi sesuatu... Tapi masih rahasia." Jika buah hati Anda tertarik akan berubah menjadi apa si itik, ceritakanlah kisah itu untuknya. Jika dia tetap bersikeras dengan dongeng yang dia pilih sendiri, jangan memaksanya. Seorang juru dongeng yang baik tidak akan memaksakan sebuah cerita untuk pendengarnya. Memahami Dongeng Yang Disajikan Anda sebagai juru dongeng tentunya harus tahu kisah dari dongeng yang akan Anda ceritakan. Bila tidak memakai buku, Anda tidak harus menghafal semua bagian dari awal hingga akhir lengkap dengan detilnya. cukup menghafal alur dan tokoh-tokohnya, lalu kembangkan imajinasi dan bebaskan diri Anda bercerita. Jangan sampai di tengah cerita, Anda lupa bagaimana kelanjutannya. Lakukan Kontak Mata Bila Anda memakai buku sebagai bahan contekan selama mendongeng, tentu saja tidak masalah. Hanya saja, lakukan terus kontak mata bersama buah hati Anda. Ingat bahwa Anda mendongeng untuk mereka, bukan untuk diri Anda sendiri. Jadi sering-seringlah melihat bagaimana ekspresi wajah si kecil. Anda akan tahu apakah dia sudah bosan atau semakin antusias dengan dongeng Anda. Bahasa Tubuh Dan Intonasi Sebagai juru dongeng monolog, tidak ada salahnya Anda menirukan gerakan tubuh tokoh-tokoh dongeng yang Anda ceritakan, tetapi ingat untuk tidak berlebihan. Anda boleh melakukan gerakan pada adegan tertentu yang perlu dramatisasi. Misalnya pada saat Pinokio akan dimakan paus raksasa. Buatlah gerakan tangan seolah-olah tangan Anda adalah mulut ikan paus yang siap menelan Pinokio. Tidak ada salahnya Anda mengganti suara Anda pada tokoh-tokoh tertentu. Lembutkan suara Anda pada saat percakapan antara Cinderella dan ibu peri. Tetapi Anda bisa membuat suara yang menyeramkan saat Buto Ijo berbincang dengan Bawang Putih. Mainkan imajinasi Anda dan bersenang-senanglah selama melakukannya. Libatkan Anak Meskipun Anda adalah juru dongeng, libatkan anak Anda agar dia tidak hanya pasif mendengar. Mungkin sesekali dia akan bertanya apakah lampu wasiat itu ada atau tidak dalam kehidupan nyata. Hanya saja, selain pertanyaan yang dia sampaikan, libatkan dia dalam dongeng yang sedang Anda ceritakan. Berpura-puralah lupa pada nama tokoh atau apapun itu. "Aduh... Bunda lupa nama monyetnya Aladdin. Siapa ya? Adik ingat nggak? Namanya A... siapa gitu," Dengan begitu, anak Anda akan senang karena bisa mengingat bahwa nama monyet Aladdin adalah Abu. Jangan lupa untuk memberi apresiasi dengan pujian atas ingatannya itu. Mudah saja melakukan tips dan trik di atas. Anda tidak perlu malu melakukannya di depan anak Anda. Santai saja, dan lihatlah bagaimana anak Anda akan tertarik untuk mendengar kisah dari juru dongeng terbaiknya. Jangan lupa untuk bergantian mendongeng bersama suami Anda. (vem/wsw)