Vemale.com - Bagian pertama
3. “Saya nyaman berbincang dengannya.”
Jawaban Anda: “Ya”
Cerita Angga, ini mungkin akan mewakili perasaan semua pria yang dalam waktu dekat berencana melamar kekasihnya: “Ia membiarkan saya menjadi diri sendiri sejak awal kami menjalin hubungan. Tanpa perlu berpura-pura, kami saling melontarkan candaan mulai dari yang levelnya biasa sampai pernah ia ngambek besar. Hahaha... Kami benar-benar saling mengenal, jatuh cinta, benar-benar jatuh! Ia tak cuma kekasih yang baik, tapi ia sahabat yang betul-betul bisa bikin saya patuh. Menghabiskan lima menit dengannya tak terasa sudah berlalu sepanjang hari.”
Jawaban Anda: “Tidak”
“Kalau Anda tidak dapat berbagi tawa dengan kekasih, berarti Anda hanya akan bisa berdebat dengannya,” ucap Fox. Listen carefully, dearest women, terimalah kenyataan kalau gairah itu ada tak untuk selamanya. Cosmo tak ingin bikin Anda semakin frustasi, tapi inilah fakta pahit yang perlu Anda ketahui jauh sebelum memesan gaun pengantin, pesan paket catering, pesan gedung hingga naik altar. Anda perlu menciptakan gairah yang (someday) dapat luntur itu dengan sesuatu yang lebih kuat – yang dapat menahan kuat hubungan: To be his BEST FRIEND for life. Jika ia dapat merasakan segala kesenangan saat ia bersama Anda, itu tandanya ia adalah seorang pria yang bahagia. Ia sedang membawa Anda menuju area nyamannya hanya karena sebuah alasan simpel: Ia ingin berbagi semua dengan Anda karena ia cinta Anda.
4. “Kami SAMA dalam hal: status sosial, budaya, cara berpikir, dan finansial.”
Jawaban Anda: “Ya”
Anda bisa sedikit melemaskan otot serta memberi rehat bagi otak untuk berpikir karena Anda beruntung bisa berada pada jalur yang sama, ikut arus yang sama pula, Anda sudah punya cukup landasan untuk membangun paham yang sejalan sehingga layak menjadi satu tim untuk mencari jalan keluar yang sama saat memikul persoalan berat.
Jawaban Anda: “Tidak”
Kalau sudah begini, jalan yang Anda tempuh memang cenderung berbatu, kecuali kalau Anda sudah lebih dulu mengantisipasinya dengan menutup telinga pada serangan dari kanan kiri. Saat orang sekeliling mengatakan hal buruk tentang hubungan Anda, sedangkan hati Anda berkata sebaliknya, buat apa Anda pedulikan? Dan saat Anda mengambil keputusan untuk terus lanjut, maka Anda perlu bilang terima kasih pada “tersangka” utama yang telah mengundang respect, comfort, dan acceptance ke tengah-tengah jalinan cinta Anda yakni: CINTA>
5. “Selalu berbagi keluh kesah yang positif dan negatif.”
Jawaban Anda: “Ya”
Setidaknya Anda telah menggenggam satu modal: comfort. Ini termasuk pada perkara yang terjadi saat anniversary lalu, saat ia membelikan Anda sebuah hadiah yang sama sekali tidak bikin Anda bangga, yang bikin Anda (sebenarnya) ingin membuang jauh-jauh hadiah itu: Celemek. What?! “Apa ada yang salah dengan pemberianku?” ujarnya. Tanpa memasang wajah polos, tanpa kalimat yang terbata-bata Anda malah bilang, “It’s great. Saya akan mengenakannya, tapi mungkin saya tidak akan menggunakannya!” See? Anda sudah berada dalam tahap secure untuk mengatakan hal tersebut. Sejumlah pakar relationship resmi menetapkan kalau Anda sudah berpijak pada honest relationship.
Jawaban Anda: “Tidak”
Jawab dulu pertanyaan ini: Apa alasannya karena Anda malu? Apa Anda takut terlihat lemah pada penolakan yang akan ia utarakan? Mmm, kalau benar begitu saat ini cobalah untuk terbuka mengekspresikan apa yang Anda rasakan pada pasangan tanpa keraguan. Biar bagaimanapun pria ini akan selalu berada di sisi Anda kelak setelah mengucap janji. Oleh sebab itu Anda perlu m endesain sebuah hubungan yang dapat membuat Anda merasa nyaman, entah itu untuk sekadar curhat hingga menyasarkan amarah saat ia gagal membetulkan kalung kesayangan Anda. Every words come from your mouth, must be the truth.
6. “Saya menyukai keluarga dan teman-temannya.”
Jawaban Anda: “Ya”
Bisa masuk ke dalam zonanya, terhitung: orangtuanya, kakaknya, sepupunya, hingga teman-temannya yang sulit direbut dalam kurun waktu hitungan jari bukan semudah menarik resleting baju. Saat Anda sudah menginjak area itu, bersiaplah karena Anda memang telah dirancang untuk menjadi “barang” berharga miliknya yang akan ia cari saat hilang, yang akan ia perjuangkan saat diperebutkan.
Jawaban Anda: “Tidak”
Bisa ditebak ke mana arah hubungan Anda kalau gagal menjangkau orang-orang pentingnya, kecuali kalau Anda mulai berani melakukan satu hal: Membuka diri!
Lebih Banyak “TIDAK”
Jawaban yang lebih banyak “tidak” bukan berarti kegagalan relationship. Pakar relationship menyerahkannya kembali pada Anda, “Tidak perlu harus cocok kalau kemiripan itu masih ada. Kembali lagi, selama kadar cinta, percaya, kasih sayang masih ada, Anda tak perlu bersusah payah untuk memperbaiki hubungan.” Prinsip Cosmo yang ingin Anda tahu, “If it’s not broken, don’t fix it.” [initial]
Source: Cosmopolitan, Edisi Maret 2012, halaman 174
(Cosmo/miw)