Agar Cinta Awet Sejak Awal Pacaran

Fimela diperbarui 19 Feb 2013, 17:00 WIB

Seringkali yang membuat wanita memilih tetap single adalah takut pacaran. Takut apabila disakiti lagi, atau hubungan putus di tengah jalan. Rasanya apabila mengingat sakitnya hati kemarin tak sanggup untuk memulai hubungan baru. Kasih LIKE artikel ini dong buat yang setuju dengan pernyataan itu.

Tetapi, sebenarnya kegagalan pacaran itu semata-mata lebih pada kelupaan masing-masing orang untuk menjaga komitmen hubungan itu saja. Apabila dari awal banyak hal penting terlupakan, maka secara otomatis memang hubungan mudah gagal di tengah jalan.

Untuk itu, cermati beberapa hal berikut yang membuat cinta jadi awet, sejak awal pacaran hingga aki nini.

Jangan terlalu sering SMS/BBM

Setiap hari isinya BBM dan SMS melulu, apa nggak bosan?

Untuk mereka yang sedang awal pacaran sih rasanya ingin bertemu setiap saat. Tak heran apabila SMS/BBM atau telepon selalu jadi kegiatan rutin. Tetapi hati-hati bisa bosan lho. Apalagi jika Anda sudah mulai merasa bingung dan kehabisan bahan obrolan.

Bukannya lebih enak kalau ngobrol di saat kangen sudah menumpuk?

Jangan terlalu sering bertemu

Demikian pula dengan ketemuan, saling bertemu bisa bikin kangen itu jadi langka. Lebih baik nikmati dan tetap jalankan aktivitas Anda biasanya, dan atur waktu spesial untuk bertemu si dia.

Dijamin deh, akibat kangen yang tersalurkan di saat yang tepat, Anda dan si dia jadi jarang bertengkar.

Dunia bukan milik berdua

Istilah saat berpacaran dunia milik berdua itu tidak salah. Terutama banyak pasangan yang mengabaikan orang lain saat mereka berdua, sibuk bermesraan dan bermanja. Padahal, apabila mereka bisa menjaga diri dan menghargai orang lain, rasanya akan lebih nyaman dan berpacaran seperti tidak diawasi dan disinisi.

Selain itu, kurangi PDA (public display affection) di depan publik yah. Setidaknya bergandengan tangan itu cukup membuat orang lain menghargai dan senang melihat Anda.

Biarkan teman pada tempatnya

Jangan bawa-bawa teman dalam hubungan Anda. Meminta pendapat merekapun jangan sampai dijadikan pedoman memutuskan segala hal yang ada di hubungan Anda. Teman sekedar mereka yang bisa diminta masukan, bukan yang memaksakan opini dan mengendalikan hidup asmara Anda.

Saling introspeksi

Seiring dengan bertambahnya usia hubungan, maka yang jelek-jelek akan semakin kelihatan. Tidak apa-apa kok apabila ternyata Anda menemukan keburukan kekasih. Saling introspeksi saja sehingga hubungan jadi lebih baik lagi dan lagi.

Kualitas komunikasi, bukan kuantitas

Lebih baik pikirkan bagaimana menjaga kualitas komunikasi Anda dengan pasangan. Soal kuantitas bisa disesuaikan. Dengan komunikasi yang berkualitas, Anda tak akan takut akan perbedaan pendapat yang terjadi di antara Anda dan pasangan. Malah, kalau bisa perbedaan tersebut menjadi masukan satu sama lain untuk memperbaiki diri.

Jangan biarkan orang lain ikut campur

Bolehlah mendengarkan masukan orang lain, tetapi kalau apa-apa harus dilakukan sesuai penilaian mereka, Anda sendiri lho yang nantinya merugi. Kan yang menjalani hubungan Anda berdua, bukan dengan orang lain. Lantas mengapa membiarkan mereka yang take control atas hidup Anda?

(vem/bee)