Jangan Minta Maaf Setelah Bertengkar Dengan Pacar atau Suami!

Fimela diperbarui 22 Jul 2013, 16:00 WIB

Meminta maaf memang bagus, tetapi maaf saja tidak cukup tanpa aksi untuk memperbaiki diri atau hubungan yang sedang terjalin. Dilansir dari Dailymail.co.uk, saat Anda berdebat dengan pasangan, jangan langsung mengucapkan maaf, tetapi lakukan tindakan untuk menguatkan hubungan Anda.

Penelitian dari Baylor University menemukan bahwa meminta maaf tidak lagi cukup untuk memperbaiki sebuah hubungan. Yang harus Anda lakukan adalah memberi kepercayaan pada pasangan, mengakui kesalahan, menunjukkan rasa menghormati pasangan dan bersedia melakukan kompromi, sebesar apapun kesalahan yang sudah dibuat.

Dalam penelitian disebutkan bahwa meminta maaf mungkin akan meredakan kemarahan dan emosi, tetapi tidak menyelesaikan apapun. Dengan berkompromi, Anda akan lebih mengerti apa yang diinginkan dan dipikirkan pasangan. Sehingga hubungan Anda dan dia akan semakin jelas arahnya dan tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.

Inilah hal-hal yang diinginkan pasangan saat bertengkar, diambil dari penelitian yang melibatkan 455 pasangan menikah usia 18 tahun hingga 77 tahun.

  1. Mengutamakan masa depan hubungan
  2. Menghabiskan waktu lebih banyak dengan pasangan
  3. Menghentikan kebiasaan buruk untuk menyudutkan pasangan
  4. Komunikasi yang lebih baik.
  5. Tetap menunjukkan rasa sayang.
  6. Baru setelah semua itu dilewati, permintaan maaf diucapkan.

Untuk menjaga kualitas hubungan asmara atau pernikahan, mengucapkan maaf saja tidak cukup. Semua tergantung bagaimana usaha Anda dan pasangan untuk tetap saling mengerti, termasuk pada perubahan-perubahan yang terjadi. Jangan takut untuk saling bicara, jangan buat pasangan seperti diinterogasi polisi, berkompromilah, dan temukan jalan keluar terbaik jika sedang terjadi pertengkaran.

(vem/yel)