Kisah Nenek Dul Yang Tertinggal Di Lereng Gunung Kelud Dan Berhasil Di Selamatkan Kopassus

Fimela diperbarui 19 Feb 2014, 15:11 WIB

Desa Sukomoro yang terletak sekitar 7 km dari Puncak Gunung Kelud kondisinya sangat mengenaskan. Area kampung itu seakan menjadi kota mati. Tidak ada aliran listrik, air bersih, maupun sinyal HP di area tersebut sabtu (15/2) kemarin.

Seperi dilansir Merdeka.com, saat itu Kopassus TNI AD Kopassus TNI AD mengirimkan Tim Satgas Bencana ke Gunung Kelud, Jawa Timur. Tim Kopassus yang dipimpin Mayor Inf Wahyu Yuniartoto masuk ke lokasi yang mengalami kondisi paling parah, termasuk Desa Sukomoro Kecamatan Puncu, Kediri.

Mayor Wisnu memerintahkan dilakukan penyisiran pada anggota medis yang dipimpin oleh dr. Chandra di sepanjang lorong Desa Sukomoro. Beberapa menit kemudian salah satu personel medis Satgas Bencana Kelud meniupkan peluit 3 kali berturut turut. Hal ini menandakan ada warga yang perlu mendapatkan pertolongan medis dengan cepat.

Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota satgas, mereka terkejut karena mendapati nenek Dul yang sedang terbaring lemas dan lunglai. Pertolongan pertama langsung diberikan pada nenek yang rupanya tertinggal saat warga lain buru-buru mengungsi kamis (15/2) lalu.

Tandu dan infus dikeluarkan dari mobil untuk segera mengevakuasi nenek Dul ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan penanganan medis. Saat ditemukan kondisi nenek Dul tampak pucat dan matanya memutih.

"Saat diajak berkomunikasi nenek tersebut hanya bisa bicara "Ngelih ngelih, sek ngelak " dalam bahasa Indonesia artinya lapar, lapar dan haus," kata Mayor Wahyu dalam rilis dari Penerangan Kopassus.

Setelah beberapa saat dirawat dalam posko yang berjarak 1 km dari tempatnya di temukan, kondisi nenek Dul dilaporkan sudah stabil.

 

(vem/cha)
What's On Fimela