Stop Lakukan Pengelupasan Sel Kulit Mati Jika Anda Mengalami Ini

Fimela diperbarui 05 Agu 2014, 09:40 WIB

Untuk mendapatkan kulit yang cerah, segar dan bersih, diperlukan perawatan khusus untuk mengembalikan kesehatannya. Salah satu yang banyak dilakukan adalah dengan cara pengelupasan sel kulit mati.

Banyak anggapan yang menyatakan pengelupasan sel kulit mati lebih dari biasanya akan memberikan efek halus dan meremajakan kulit lebih baik. Namun, sebenarnya mengelupas sel kulit mati secara berlebihan justru akan merugikan kulit, misalnya akan membuat kulit mudah teriritasi.

Seperti apa sih tanda-tandanya Anda harus berhenti melakukan pengelupasan sel kulit mati? Berikut 4 tanda-tandanya, seperti yang dilansir oleh boldsky.com:

    Kulit Kemerahan

    Ruam kemerahan yang muncul di kulit adalah tanda umum. Kulit akan memperbarui selnya di permukaan sehingga meningkatkan sensitivitasnya.

    Kulit Terbakar

    Pengelupasan sel kulit mati yang berlebih akan membuat kulit lebih sensitif akan sinar matahari. Disarankan untuk menghindari sinar matahari langsung setidaknya selama 24 jam setelah perawatan.

    Sensasi Terbakar

    Jika teknik pengelupasan sel kulit mati yang dilakukan tidak benar, akan menyebabkan kulit terasa sakit. Akibatnya, kulit akan mengalami sensasi terbakar dan seperti diamplas. Gunakan produk dengan butiran scrub yang lembut untuk menghindari hal ini.

    Kulit Kering

    Salah satu tanda yang mudah terlihat jika pengelupasan sel kulit mati terlalu berlebihan adalah kulit kehilangan kelembaban alaminya. Akibatnya adalah kulit kering, mengelupas dan terasa gatal.

Tubuh akan secara rutin membuang sel-sel kulit mati dengan sendirinya. Memang diperlukan perawatan khusus agar dapat maksimal. Lakukan perawatan dengan produk, teknik dan frekuensi yang benar ya, Ladies. Keep up your healthy skin.

(vem/wnd)