Kolaborasi Asyiiik Dari Karya Kerajinan dan Kesenian Lokal Komunitas

Fimela diperbarui 05 Des 2014, 11:20 WIB

Kesuksesan membangun usaha keripik singkong merupakan perjalanan cerita dari brand unik milik Bob Merdeka. Keberhasilan tari tradisional Jawa yang dibawakan oleh Eko Supriyanto hingga memukau bintang dunia, merupakan dua dari beberapa cerita inspiratif yang dibagikan dalam rangkaian acara Kolaborasi Asyiiik 2014.

Berbagai penggiat dan pelaku komunitas hadir dalam kegiatan tersebut, mereka saling berbagi cerita mengenai karya hasil kebersamaan masing-masing.

Kolaborasi Asyiiik 2014 merupakan rangkaian aktivitas workshop dan pentas kolaborasi bertujuan untuk menghidupkan kembali berbagai hal positif dalam kebersamaan dan pertemanan, yang telah ditunjukkan oleh para anggota komunitas dalam bentuk karya yang positif. Terbukti, karya-karya yang dihasilkan secara komunal tersebut memiliki potensi yang layak dikembangkan untuk menghasilkan nilai tambah baik terhadap komunitas itu sendiri maupun untuk masyarakat sekitarnya.

"Kolaborasi Asyiiik digagas sebagai salah satu wadah bagi para komunitas untuk saling berbagi cerita dan saling memotivasi untuk menggali potensi kerajinan dan seni awalnya yang mereka tekuni hanya untuk mengisi waktu saat berkumpul bersama untuk kemudian mengembangkannya menjadi hal positif yang memiliki nilai tambah," papar Karel Anderson selaku penggiat komunitas yang sekaligus juga menjadi penggagas kegiatan ini di Lumbung Desa Wolter Monginsidi Jakarta Selatan Kamis 4 Desember 2014.

Sesuai dengan semangat kebersamaan dan pertemanan yang sudah dibentuk, Karel tidak sendiri. Ia menggandeng beberapa penggiat komunitas, seperti Bob Merdeka (Keripik Ma’icih), Aria Rajasa (Gantibaju.com), Viky Sianipar, Joko Suranto, Eko Supriyanto, dan Bram Kushardjanto (Gelar Nusantara), untuk berbagi inspirasi dan pembekalan dasar seputar keterampilan dasar pengelolaan komunitas, pentingnya jaringan pertemanan antar komunitas, serta kiat-kiat mempresentasikan karya di lingkup yang lebih luas.

Bukan hanya itu, kegiatan workshop tersebut akan dilanjutkan dengan pentas kolaborasi bersama dan juga pameran sekaligus kelas kerajinan oleh komunitas, yang akan diselenggarakan di Lobby Berlian Blok M Square dan terbuka untuk umum pada hari Sabtu 6 Desember 2014.

Komunitas yang berpartisipasi dalam pameran sekaligus kelas kerajinan, antara lain Komunitas Pengrajin Sandal Bandol, Komunitas Pengrajin Pelukis Pelepah Pisang, Komunitas Pematung Batu Mojokerto, dan Komunitas Pengrajin Topi Bambu. Sementara itu, komunitas seni pertunjukan, yakni Komunitas Paguyuban Karuhun Sunda dan Komunitas  Kreasi Musik Sampah (Kresipah), akan menghadirkan karya bersama di bawah bimbingan Joko Suranto, seorang etnomusikolog asal Klaten yang akrab disapa Joko Gombloh.

Bercerita seputar konsep pentas yang akan dihadirkan, Joko Gombloh menyatakan, "Kolaborasi antar komunitas seni pertunjukan ini akan sangat menarik karena di sini akan terjadi kolaborasi dan interaksi antar komunitas urban (Kresipah) dan rural (Sisingaan), yang masing-masing sebetulnya memiliki karya pertunjukan yang cukup bertolak belakang. Jadi, ketika mereka menghadirkan karya bersama, saya yakin kolaborasi ini akan menjadi hal yang segar dan baru, baik bagi masing-masing komunitas maupun bagi para penonton".

Diharapkan melalui kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi baik untuk komunitas yang terlibat maupun para pengunjung, untuk menyadari bahwa sebagai salah satu karakter khas masyarakat Indonesia, kebersamaan dan pertemanan dalam konteks masa kini pun, dapat menghasilkan banyak hal positif yang dapat dikembangkan.

 

(vem/nda)
What's On Fimela