Bagaimana Mencari Makna di Balik Sakitnya Putus Cinta?

Fimela diperbarui 27 Apr 2015, 15:20 WIB

Kata orang dulu, lebih baik sakit gigi dibandingkan sakit hati. Sejak pernyataan itu muncul, terlintas di benak saya pertanyaan yang mau tak mau harus bersarang di pikiran saya pada waktu itu; memang benar rasa sakit hati itu sedasyat itu?

Untuk menjawab teori tersebut, beberapa tahun sebelumnya perasaan sakit itu muncul ketika untuk pertama kalinya saya merasakan putus cinta. Tak hanya dada yang cenat cenut dibuatnya, melainkan kepala cenat cenut pun menjadi hal wajib untuk disantap setiap harinya paska putus cinta. It’s okay not to be okay, benarkah?

Ternyata, fakta membuktikan bahwa setiap orang pasti memiliki fase pemulihannya masing-masing. Hal tersebut bergantung kepada seberapa cepat orang tersebut dapat belajar dari hubungannya yang terdahulu. Bagaimana cara mencari makna di baliknya? Mari kita terapkah 5 tahapan mencari makna dan belajar darinya menurut tim Setipe.com:

    Tahap pertama: Menangislah

    Sesaknya dada dan hilangnya gairah memang wajar dirasakan paska patah hati. Rasa sakit yang mengganjal di dadar Anda, sesungguhnya bisa Anda tanggulangi dengan membagi cerita Anda dengan orang terdakat. Namun, tiada yang lebih melegakan dibandingkan menangisinya untuk mengeluarkan energi negatif yang bersarang di diri Anda.

    Tahap kedua: Bangun mindset memulihkan, bukan melupakan

    Jika Anda berpikir bahwa yang harus Anda lakukan adalah melupakan kenangan Anda bersamanya, saya sarankan untuk membuang jauh-jauh pemikiran tersebut. Enyahkan mindset lama tersebut dan bangunlah mindset baru, yaitu mindset memulihkan diri atau self-healing. Kenangan indah maupun buruk tak perlu Anda lupakan, itu hanya akan membuat Anda terus mengingatnya. Dengan menjadi pulih, Anda dapat hidup tanpa harus terjebak pada bayang-bayang masa lalu Anda, serta belajar darinya.

    Tahap ketiga: Eksekusi rasa sakit Anda dengan mendapatkan ‘makna’

    Setelah Anda berhasil menanamkan mindset pemulihan itu, hal yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah mencari makna dari pengalaman Anda terdahulu. Belajarlah dari kesalahan Anda, atau belajarlah dari apa yang tak sempat Anda lakukan.

    Tahap keempat: Cintai diri Anda

    Kegagalan-kegagalan yang terjadi paska patah hati biasanya terjadi akibat penyalahan diri sendiri terhadap kesalahan di masa lalu. Percayalah bahwa banyak hal dan kehendak yang bisa kita kontrol maupun tidak. Menyalahkan diri Anda sendiri hanya akan menambah masalah baru, sehingga menghambat masa pemulihan Anda. Solusinya, fokus kepada hal-hal lain yang ingin Anda capai atau kegiatan yang Anda sukai namun tak sempat dilakukan ketika masih bersamanya. Lalu, cintai diri Anda setiap harinya! Jauh lebih dalam.. Jauh lebih dalam.. *wink

    Tahap kelima: Berbahagialah dengan belajar dari si ‘makna’

    Dengan menemukan makna dari pengalaman masa lalu Anda, maka sekarang adalah fase yang paling penting dan menentukan, yaitu hidup dengan belajar darinya. Dengan bersahabat dari makna atau hikmah dari masa lalu Anda serta bersahabat dengan diri Anda sendiri, maka hidup Anda akan jauh lebih berbahagia.

Apakah Anda sudah merasa lebih baik dari sebelumnya? Jika belum, wajar, butuh waktu. Tapi jika Anda sudah siap untuk melangkah jauh dengan membangun hubungan yang berikutnya, mengapa tidak?

(vem/setipe/yel)