Calon Suami Sahabatku Memperkosaku, Hidupku Hancur Namun Mereka Tetap Menikah

Fimela diperbarui 21 Sep 2015, 13:13 WIB

Apa yang akan Anda lakukan jika beberapa saat sebelum pernikahan, sahabat sekaligus pengiring pengantin mengatakan bahwa ia telah diperkosa oleh calon suami Anda? Mungkin tak terpikir dalam benak Anda apa yang bisa dilakukan selanjutnya, namun hal ini terjadi pada dua wanita yang merupakan sahabat dekat ini. Sahabat mempelai wanita sekaligus korban pemerkosaan yang tidak mau disebutkan namanya ini membagikan kisah pilunya pada mirror.co.uk

Aku dan April sudah bersahabat sejak kami duduk di bangku kuliah. Aku sebenarnya juga merupakan salah satu pengiring pengantin di hari bahagianya. Namun keadaan berkata lain. Malam sebelum hari pernikahan April, aku tidur di rumah yang sama dengannya dan Daniel Howard calon suaminya. Saat April sudah tidur, Daniel meninggalkannya, dan masuk ke kamarku lalu memulai aksi pemerkosaan itu. Tentu saja aku ketakutan. Aku yang tidak berdaya, mencoba untuk menghubungi ponsel kekasihku, namun ponselnya tidak aktif. Akhirnya aku nekat pergi ke rumah sakit sendiri. Di rumah sakit, para perawat membantuku untuk menghubungi pihak berwajib.

Aku tidak bisa tinggal diam dan pura-pura tidak terjadi apa-apa. Tidak mungkin bukan, jika aku berdiri di sana dan menyaksikan sahabatku menikah dengan pria yang sudah memperkosa aku? Aku pun akhirnya mengatakan pada April tentang hal ini, dan ternyata dia tidak mempercayaiku. Dia lebih mempercayai Daniel yang berdalih bahwa aku membual, karena aku iri dengan hubungan mereka. 

Aku sama sekali tidak ingin menghancurkan hubungan April dan Daniel. Aku hanya ingin jujur, dan mungkin memperingatkan April, karena kejadian seperti ini bisa saja terulang lagi. April akhirnya tetap menikah dengan Daniel. Sayangnya, persahabatan kami justru hancur di saat aku benar-benar membutuhkan sosok seorang sahabat.

Karena Daniel, aku menderita dan tak berdaya...

(vem/reg)
2 dari 2 halaman

Kejadian Itu Menghancurkan Hidupku ...

Foto: copyright Thinkstockphotos.com

Karena kejadian itu, aku harus menderita stres parah, kehilangan sahabat, dan kehilangan kekasihku. Kekasihku merasa amat sangat bersalah karena ia mematikan ponselnya malam itu. Ia merasa turut bertanggung jawab, hingga ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Ia selalu ketakutan tiap kali aku keluar malam sendirian. Namun ketegangan itu justru membuat kami harus berpisah. Aku tidak ingin membuatnya harus menanggung apa yang telah terjadi padaku. Bahkan beberapa minggu setelah putus, ia hampir melakukan percobaan bunuh diri.

Bulan ini, 3 minggu setelah pernikahannya, Daniel Howard dinyatakan bersalah, dan dihukum kurungan penjara selama 7 tahun. Meski begitu ia tetap menyangkal apa yang telah ia lakukan padaku. Mengenai hasil pemeriksaan yang menunjukkan bahwa sperma Daniel memang ditemukan dalam alat vitalku, Daniel mengatakan bahwa aku telah menggunakan sex toy miliknya yang memang ia simpan di kamar yang kutempati. 

Setahuku, April sangat mencintai Daniel, begitu pula dengan Daniel. Akibatnya, aku menyalahkan diriku sendiri atas kejadian itu. Aku tidak tahu mengapa hal seperti ini terjadi padaku. Entahlah, yang jelas kini aku banyak berubah. Aku adalah seorang wanita yang telah mengelilingi Asia sendirian, dan kini aku bahkan tidak berani tinggal sendirian di lingkunganku. Aku takut seseorang akan menyerangku lagi dengan cara yang sama. Tidak ada yang tahu, bukan?

Aku juga menjadi sangat peduli dengan pendapat orang tentang apa yang aku pakai. Tadinya, hidupku hampir sempurna. Aku menyukai pekerjaanku, aku punya hubungan yang kuat dengan kekasihku, dan aku punya masa depan yang cerah. Kini aku merasa hancur dan tidak berdaya. Dari ini semua, aku hanya berharap aku masih mempunyai April. Bukan malah menyaksikan ia berdiri di pihak berlawanan untuk menentangku..

Merinding sekaligus turut hancur hati dengan kisah ini. Entah hal ini menjadi semacam wabah menular atau bagaimana, namun kasus pemerkosaan marak sekali terjadi belakangan ini. Melalui kisah ini, Anda dan saya disadarkan bahwa bahaya bisa terjadi kapanpun, di manapun, dan oleh siapapun. Menjaga diri itu penting, namun menjaga hati juga tidak kalah penting.

[pos_1]