Di Negara Ini, Tak Boleh Ada Suara Bising & Tarian Selama Ramadan

Fimela diperbarui 15 Jun 2016, 14:30 WIB

Selama Ramadan, umat muslim memang harus menahan rasa lapar dan hawa nafsu serta menghormati bulan suci ini dengan tidak bersenang-senang berlebihan, melakukan maksiat dan perbuatan buruk lainnya. Tapi khusus di negara ini, ada peraturan serius selama bulan Ramadan berlangsung.

Di negara bagian Afrika Barat, Gambia, ada peraturan larangan adanya suara musik, tabuh-tabuhan (drum, gendang dll) serta tari-tarian selama bulan Ramadan. Larangan ini bahan dikatakan langsung oleh presiden negara tersebut setelah pada Desember lalu, Presiden Yahya Jammeh menyatakan bahwa negara Gambia menjadi negara Islam.

Juru bicara presiden Gambia mengatakan untuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika melihat ada orang yang melanggar peraturan ini, agar ditangkap. Orang-orang dituntut mematuhi perintah ini dan bersama-sama dengan polisi mencegah adanya tindakan menyalakan musik, drum dan tari-tarian baik siang maupun malam hari saat Ramadan.

Hal ini dilakukan agar bulan suci Ramadan bisa berjalan dengan khusyuk, damai dan lebih tenang dari biasanya. Kaum muslim bisa lebih fokus beribadah dengan berkurangnya gangguan-gangguan dari lingkungan sekitar yang kiranya mengundang perbuatan tak baik.

Oleh karena itu, semua orang diperingatkan dari awal Ramadan tentang hal ini dan diminta menghentikan kegiatan yang berhubungan dengan musik, tabuhan alat musik dan tari-tarian jika tak ingin ditangkap polisi nanti. Wah, peraturannya sangat ketat ya.

Meski begitu, presiden mengatakan bahwa tetap menghormati hak-hak minoritas Kristen dan perempuan tidak harus berpakaian tertutup. Kepentingan tiap orang akan tetap dihormati.

Meski banyak yang keberatan dengan keputusan ini, namun semua harus menaatinya. Musik bukan berarti mencerminkan hal buruk, musik bisa menjadi sarana berbagi dakwah juga kok, tergantung sudut pandang setiap orang ya ladies.

(vem/feb)