Kalian Bisa Mengejek Wajahku Tapi Itu Takkan Hancurkan Semangatku

Fimela diperbarui 26 Okt 2016, 14:40 WIB

Memiliki bekas luka di wajah kadang membuat orang yang melihat kita merasa kasihan. Tapi ada juga yang bahkan mengejek atau mencibir. Tapi ejekan itu tak sepatutnya membuat kita makin rendah diri. Justru kita perlu memperlihatkan kalau kita sebenarnya kuat, seperti kisah yang dialami salah satu sahabat Vemale ini untuk Lomba Menulis #MyBodyMyPride.

***

Dear Vemale,

Lewat tulisan ini aku membagikan sebuah kisah dan sebuah motivasi untuk wanita-wanita di luar sana yang saat ini masih minder hanya karena masalah fisik.

Sejak masuk sekolah dasar, kira-kira umur enam tahun ada pengalaman pahit yang  mengubah hidupku selamanya. Ada sebuah kecelakaan kecil saat kami baru pindah ke rumah baru sehingga menyebabkan wajahku ada bekas luka. Apalagi yang paling menyakitkan bagi seorang gadis ketika memiliki bekas luka, terlebih bekas luka itu berada pas di tulang pipinya sehingga setiap hari orang-orang yang melihat akan merasa aneh atau mungkin merasa kasihan kepadaku.

Beranjak remaja aku sangat minder dan mengalami keputusasaan yang sangat mendalam. Aku mengira semuanya sangat tidak adil karena saudara perempuanku sempurna, dan teman-teman wanitaku juga sempurna. Kenapa hanya aku yang memiliki bekas luka ini? Apalagi seumur hidup ini aku akan memilikinya.

Banyak ejekan yang datang padaku setiap hari, mereka membullykuterus tanpa henti, kata-kata yang terlontar lebih menyakitkan. Dengan mudahnya mereka mengungkapkan kata-kata mengerikan padahal mereka juga wanita.

Ketika masuk masa SMA, aku mulai bangkit dari segala keterpurukan dalam hidupku. Aku mencoba banyak hal baru yang dulu kesempatan itu tak pernah diberikan padaku. Aku pun menemukan rasa percaya diri. Aku mulai ikut kegiatan OSIS, paduan suara, melukis dan menulis.

Segala kegiatan itu kucoba untuk mengetahui seberapa banyak bakat yang bisa aku kembangkan dalam hidupku. Hasilnya semuanya cukup baik. Guru kesenianku sangat menyukai segala hasil tangan yang kukerjakan. Aku juga beberapa kali memenangkan tulisan perlombaan yang diadakan di sekolah.

Aku memiliki banyak teman, dan sahabat yang selalu mendukungku. Mereka tak pernah memusingkan fisikku, bahkan mereka selalu mengatakan, "Ayo bangkit, hidupmu bukan hanya berhenti sampai di sini saja."

Saat ini aku sudah mendapatkan rasa percaya diri itu, dan mensyukuri segala yang ada dalam hidupku. Dan yang paling membahagiakan dalam hidupku adalah kekasihku tidak membolehkanku untuk menghilangkan bekas luka ini. Karena katanya, "Kamu cantik, itu adalah hadiah Tuhan jangan hilangkan, tak akan berkurang apapun rasa cintaku. Tetaplah jadi dirimu sendiri."

Untuk semua wanita yang ada di luar sana, yang masih minder dengan segala kekurangan fisik, yang belum mencintai dan mensyukuri hidupnya ini pesanku untuk kalian. Semoga tulisanku bisa memotivasi agar kalian tahu bahwa semua manusia itu sempurna.

“Wanita terbahagia adalah wanita yang mencintai dirinya sendiri, menghormati dirinya sendiri dan mampu memperlakukan dirinya selayaknya seorang wanita.”

Menjadi seorang wanita ataupun pria adalah anugerah. Nikmatilah setiap proses yang Tuhan berikan. Karena setiap momen dalam hidupmu  memberikan kenangan tersendiri.

“Wanita bahagia bukanlah mereka yang hidupnya benar-benar bahagia, akan tetapi mereka yang bisa menerjang kehidupan dan menjadi dirinya sendiri, mensyukuri setiap hal yang datang dalam hidupnya.”

“Wanita bahagia bukan mereka yang mendapatkan cinta yang besar dari lelakinya tapi wanita yang berjuang dengan cinta dan ketulusan dari hatinya, mampu mengalahkan egonya untuk kedamaian pasangannya. Bukan pula mereka yang selalu mudah mendapatkan cinta, akan tetapi mereka yang terjatuh dalam pahitnya asmara lalu bangkit lagi dengan membawa sebuah pembelajaran.”

“Wanita bahagia bukan pula mereka yang impiannya begitu mudah untuk diraih, akan tetapi mereka yang gigih memperjuangkan impian dan harapan tanpa memikirkan pendapat buruk orang lain."

“Wanita bahagia itu adalah wanita yang berhenti mencari laki-laki untuk membuatnya bahagia, tapi menjadi wanita bahagia yang hidupnya penuh dengan syukur yang memancarkan kasih sayang dan ketegaran yang akan selalu dicari laki-laki."

“Apabila wanita menangis karena kerasnya kehidupan bukan berarti ia tak bahagia, akan tetapi ia masih belum menyadari betapa berharganya dirinya dan ia pantas untuk bahagia."

Memang tak selamanya dipenuhi dengan kebahagiaan, akan tetapi ketika seorang  wanita mampu bahagia dalam kesesakan hidupnya, mampu mensyukuri setiap hidup yang dia lalui, maka ia adalah wanita yang paling luar biasa di dunia ini.

Untuk semua wanita di dunia, jangan pernah berkecil hati ketika hidupmu penuh dengan kekurangan akan tetapi gunakanlah semua kekurangan dalam dirimu itu. Syukuri maka kau akan melihat betapa besarnya cinta Tuhan padamu, dan untuk itu dia menciptakanmu sebagai seorang wanita. Bangkitlah kerjarlah impianmu, berlarilah maka akan selalu ada harapan untukmu.

 

Salam,

Ria Nababan

(vem/nda)