Waspada Mom, Diare Pada Balita Bisa Menyebabkan Kematian

Fimela diperbarui 01 Mar 2017, 08:04 WIB

Jangan pernah menyepelekan penyakit diare. Meski bukan menjadi salah satu penyakit serius seperti jantung, kanker atau diabetes, diare menjadi salah satu penyakit yang bisa berakibat sangat fatal jika tidak diobati dengan sungguh-sungguh. Terlebih lagi, jika diare ini terjadi buah hati Mom yang masih balita. Dikutip dari laman webmd.com, diare merupakan salah satu penyakit pembunuh ke dua buat balita.

Laporan terbaru oleh Organisasi kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang berjudul "Diarrhea: why childern are stilldying and what can be done" menyebutkan jika setiap tahunnya sedikitnya ada 1,5 juta balita di dunia yang meninggal dunia akibat diare. Di Indonesia sendiri, diperkirakan bahwa ada 25% anak usia 1 sampai 4 tahun yang meninggal akibat diare.

Mengenai diare pada anak khususnya pada balita ini, apa sih penyebabnya? Apa bahayanya dan bagaimana cara pencegahan serta pengobatannya?

Penyebab Diare Pada Balita
Sama dengan diare yang terjadi pada orang dewasa, diare yang terjadi pada bayi atau balita disebabkan oleh virus, parasit dan bakteri yang ada di sistem pencernaan. Makanan dan minuman yang mengandung kuman menjadi penyebab utama dari diare. Alergi terhadap beberapa jenis makanan juga bisa menjadi pemicu utama dari masalah diare.

Tak hanya itu saja, makanan yang terlalu pedas, asam dan berpengaruh besar pada sistem pencernaan dipercaya menjadi penyebab utama dari masalah diare. Beberapa ahli kesehatan juga menyebutkan jika kecapekan dan kondisi tubuh yang lemah juga bisa meningkatkan risiko diare pada balita.

Bahaya Diare
Diare merupakan masalah kesehatan yang begitu berbahaya. Diare bisa menyebabkan dehidrasi, tubuh terasa sangat lemas, berkurangnya energi tubuh hingga gangguan sistem pencernaan yang lebih berbahaya. Bahaya paling umum sendiri dari diare adalah dehidrasi.

Selain risiko dehidrasi, bahaya lain dari diare pada balita adalah balita menjadi rewel, lemas, tidak nyaman, kurang istirahat hingga penurunan kemampuan berpikir. Diare yang telah parah juga memungkinkan buah hati mengalami demam tinggi, munculnya darah yang bercampur dengan kotoran hingga infeksi di sistem pencernaan.

Pencegahan dan Pengobatan Diare
Ketika buah hati yang masih balita sakit diare, penting bagi Mom untuk memberinya banyak air, mengajaknya istirahat cukup dan memberinya larutan oralit untuk mencegah dehidrasi. Mom juga penting menjaga kebersihan makanan, minuman serta peralatan makan buatnya. Jika dalam dua hari diare pada buah hati tidak sembuh atau berkurang, pastikan untuk membawanya ke dokter atau klinik terdekat.

Untuk makanan, usahakan agar memberikan buah hati makanan dengan tekstur padat. Hindari memberikan makanan yang berminyak, mengandung serat tinggi, makanan pedas, makanan asam, produk susu maupun olahannya dan makanan manis seperti cokelat, cake, cookies atau pun bersoda.

Untuk mencegah risiko diare, ajak buah hati membiasakan diri menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya. Wajibkan buah hati untuk cuci tangan setiap sebelum makan. Pastikan agar buah hati memiliki istirahat cukup setiap harinya. Mom, semoga informasi ini bermanfaat ya




(vem/mim)
What's On Fimela