Hilang 23 Tahun, Ayah Jadi Supir Taksi Agar Bisa Bertemu Anaknya

Fimela diperbarui 09 Mar 2017, 14:50 WIB

Seberapa besar rasa sayang orangtua terhadap anaknya? Mungkin kamu tak akan bisa mengukurnya, tak bisa diungkap dengan kata-kata dan tak cukup hanya dituliskan dengan tinta. Begitu juga rasa sayang tak pernah padam dari seorang ayah asal Tiongkok ini.

Dua tahu lalu, pria bernama Wang Mingqing ini mendapatkan pekerjaan sebagai supir taksi, dengan harapan pekerjaan ini bisa membantunya menemukan kembali anak perempuannya yang hilang. Anaknya hilang 23 tahun yang lalu saat masih berusia 3 tahun.

Saat itu Wang ingat, ia dan istrinya sedang berjualan buah di pinggir jalan, dan pembeli sedang sangat banyak dan ramai hingga mereka berdua tak sadar bahwa anak perempuannya sudah tak ada. Ia mencari di sekitar situ dan tidak menemukan.

Setelah itu, Wang lapor polisi dan menempel selebaran orang hilang di jalan-jalan agar bisa menemukan anaknya. Ia juga mencari ke tempat penitipan dan penampungan anak, di rumah sakit dan lainnya, tapi tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya tahun 2015 lalu ia memutuskan jadi supir taksi dengan harapan bisa menemukan anaknya.

Selama 2 tahun jadi supir, sudah lebih dari 5 ribu penumpang yang ia tanya tentang putrinya yang hilang, memberi kartu nama lengkap dengan ciri-ciri anaknya yang hilang, siapa tahu suatu saat ada orang yang ingat sesuatu atau menemukan putrinya. Namun hingga kini, belum ada kabar sama sekali.

Harapan terbesarnya saat ini adalah, suatu hari ada sesosok wanita duduk di dalam taksinya, kemudian memanggilnya 'Ayah'.

Saat ditanya apa yang akan dilakukannya jika bertemu lagi dengan putrinya, Wang mengatakan "Ayah ingin minta maaf, karena tak bisa menjalankan tanggung jawab sebagai ayah yang baik selama ini."

Wang sudah cukup putus asa menunggu selama 23 tahun ini, meski begitu usahanya tak pernah berhenti. Ia masih terus berusaha dan berharap. Semoga ia segera dipertemukan dengan anaknya ya ladies.

(vem/feb)