Pada Akhirnya.. Kumaafkan Ayah yang Berselingkuh dan Menikah Lagi

Fimela diperbarui 12 Jun 2017, 14:08 WIB

Janganlah mengorek apa yang telah terkubur lama. Kadang sebuah maaf bisa menghangatkan kembali keluarga yang pernah terluka. Kisah ini dikirim oleh sahabat kami bernama E dan menjadi bagian Lomba Menulis Kisah Ramadan 2017.

***

Tiga tahun lalu, tepat saat 17 tahunku dan graduation SMAku, menjadi hari terburuk dalam hidupku. Padahal mimpi-mimpiku saat SMA adalah bisa merayakan hari kelulusan bersama kedua orang tuaku, tapi itu semua kacau dan dihancurkan oleh papaku sendiri. 

Waktu itu papaku dipergoki oleh tanteku telah selingkuh dengan teman kerjanya di kantor dan tante salah sambung mengirim pesan kepadaku, sehingga aku mengetahui berita tersebut terlebih dahulu daripada mamaku. Waktu itu aku tidak percaya karena sebelum berangkat papa dan mamaku berjanji untuk menghadiri graduation-ku bersama.

Setalah prosesi wisuda, aku pun segera mencari papa dan mamaku, tapi ternyata yang hadir adalah mama dan tanpa ditemani papa. Sungguh betapa terkejutnya aku bahwa berita itu ternyata benar, sehingga aku cerita pada mama dan mamaku pun kaget. Tanpa menunggu sesi foto dengan orang tua, aku dan mama cepat-cepat menuju kantor papa. Setelah sampai, subhanallah, kami dikejutkan dengan papa yang sedang bermesraan dengan tante-tante di dalam ruang kerja papa.

Sejak saat itulah mamaku memilih pisah dengan papa dan kami hidup terpisah. Aku tinggal bersama kakek dan nenek, mama kerja di luar kota, lalu papa menikah lagi dengan selingkuhannya.

Aku sungguh tidak bisa memaafkan papa, padahal waktu itu aku setiap hari ditelepon papa tapi tidak pernah aku jawab, dan papa tiap bulan transfer aku uang dan kirim aku barang tapi selalu aku transfer dan kirim balik. Mungkin dia heran kenapa aku begini, aku cuma ingin papa sadar dan meminta maaf kepada mama, karena sejak saat itu papa seperti dibutakan oleh cintanya kepada selingkuhannya.

Singkat cerita, Idul Fitri tahun lalu papa tiba-tiba datang dengan membawa sepeda motor yang plat motornya sudah mati. Saat itu aku dan keluarga besar mamaku sedang berkumpul merayakan lebaran di rumah nenek dan kakek. Papa langsung masuk kedalam rumah dan menangis sambil sungkem di bawah kakek. Kita semua yang sebelumnya sedang bersenang-senang tiba-tiba terdiam, lalu aku melihat mama menangis, lalu aku memeluknya. Papa kemudian berbicara dalam tangisnya bahwa dia meminta maaf dengan keluarga ini dan ingin kembali rujuk dengan mama.

Papa sadar bahwa wanita selingkuhannya hanya memanfaatkan kekayaannya dan diberikan kepada pacar sembunyiannya.

Kemudian kakek bertanya kepada mama, mama memutuskan untuk memaafkan papa. Dan setelah idul fitri tersebut aku, papa dan mamaku kembali hidup bersama meskipun harus tinggal dirumah kontrakan yang kecil. Dan papa janji akan bekerja giat untuk membiayai kuliahku sekarang sehingga mama tidak susah-susah untuk bekerja lagi sekarang.

Semoga kebersamaan keluargaku bisa sampai maut menjemput kita, sehingga di hari kelulusanku sarjana kedua orang tuaku bisa menemaniku.

(vem/yel)