Berapa Sih Banyaknya Cadangan Uang Darurat Yang Harus Disiapkan?

Fimela diperbarui 26 Jun 2017, 10:00 WIB

Buat kamu yang pertama kali gajian, rasanya bahagia banget 'kan? Pengen beli ini-itu, pengen makan ini-itu dan segudang rencana lain untuk menghambur-hamburkan uang. Wajar kok, namanya juga baru saja terima uang hasil keringat sendiri.

Tapi, menerima gaji itu bukan artinya bisa dihambur-hamburkan sesukanya. Itu artinya kamu punya tanggung jawab untuk mengelola uang hasil jerih payahmu sebaik-baiknya.

Selain untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk ditabung, hal yang nggak boleh kamu lupakan adalah pos uang darurat. Uang darurat ini pasti akan bermanfaat kelak karena kita tidak tahu akan hal-hal yang 'menimpa' kita di hari esok. Bisa saja hal-hal remeh seperti gadget rusak sampai hal yang lebih penting, misalnya biaya masuk rumah sakit.

Lalu, seberapa banyak sih harusnya kita menyisihkan uang untuk kebutuhan darurat ini? Dilansir dari thebalance.com, sedikitnya sejumlah 3 kali jumlah pengeluaran per bulan jika kamu hidup sendiri. Jika sudah berkeluarga, sebaiknya sejumlah 6 kali jumlah pengeluaran per bulan. Tapi sangat direkomendasikan untuk memiliki cadangan dana darurat untuk biaya hidup selama satu tahun.

Untuk kebutuhan dana darurat ini, sebaiknya kamu menyimpannya di rekening yang mudah dicairkan sewaktu-waktu. Bukan berupa investasi ataupun sistem penyimpanan dengan penalti maupun pajak yang mengikat jika diambil sebelum jatuh tempo.

Bagaimana, sudah tidak bingung lagi 'kan mengenai jumlah cadangan dana darurat yang harus dimiliki? Semoga dengan ini kamu jadi lebih semangat menabung ya!

(vem/wnd)
What's On Fimela