Jarang Disadari, Kurang Tidur Bisa Bikin Dietmu Gagal

Fimela diperbarui 29 Agu 2017, 13:00 WIB

Duh, kenapa ya selalu saja gagal kurus? Sudah banyak program diet yang diikuti tapi tetap saja nggak bisa langsing-langsing? Pernahkah kamu mengalami kondisi seperti itu, ladies?

Pola hidup dan kebiasaan harian yang kita lakukan juga sangat memengaruhi berhasil tidaknya diet yang kita lakukan. Salah satunya adalah kualitas tidur. Tidur memegang peranan penting dalam keberhasilan diet.

Jadi begini, seperti yang dilansir oleh lifehack.org, dalam artikel 5 Reasons Why Diets Fail disebutkan bahwa tidur memiliki peran vital dalam kesehatan fisik dan mental. Tidur bisa menjaga keseimbangan hormon ghrelin dan leptin. Kedua hormon tersebut memegang peranan penting dalam mengatur kondisi lapar dan kenyang dalam tubuh kita.



Kalau kita tidak mendapat cukup tidur, kadar ghrelin akan meningkat dan leptin menurun. Apa dampaknya? Dampaknya kita akan merasa jadi cepat lapar dibandingkan kalau kita mendapat cukup tidur. Tak hanya itu saja, kurang tidur juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan obesitas. Kurang tidur juga bisa menyebabkan depresi dan masalah kesehatan mental.

Ada penelitian yang menyebutkan bahwa dalam setiap jam tidur yang tidak kita penuhi, risiko obesitas akan meningkat. Dengan kata lain, kurang tidur bisa membuat risiko kita kena obesitas makin tinggi.

Kurang tidur juga bisa mengganggu ritme sirkadian yang dampaknya bisa menyebabkan gangguan metabolisme. Kalau sudah ada gangguan dalam sistem metabolisme tubuh, usaha diet menurunkan berat badan akan terasa lebih sulit. Jadinya, gagal kurus, deh.

Jadi apa kesimpulannya? Kesimpulannya kalau kamu ingin dietmu sukses dan berhasil, pastikan kebutuhan tidurmu juga cukup. Idealnya orang dewasa butuh tidur 7-8 jam per malamnya.

(vem/nda)