Ketika Hati Patah dan Kaki Harus Melangkah, Cobalah Maafkan Dirimu

Fimela diperbarui 29 Sep 2017, 09:00 WIB

Patah hati terhebat adalah saat rencana yang sudah kita susun dengan sebaik mungkin dan ternyata harus gagal. Kegagalan bisa disebabkan oleh orang lain atau tragisnya kita sendiri yang lalai. Wajar jika kita merasa bersalah dan kesal sendiri. Wajar dan manusiawi, tapi ingatlah sepatah apapun hati kita, langkah kaki harus tetap melangkah. Karena diam tidak akan mengubah keadaan.

Hal apa yang harus dilakukan saat kegagalan kita temui? Bukankah kita harus menghadapinya? Well, yang perlu kita lakukan adalah mencoba untuk memaafkan diri kita sendiri. Berikut adalah tanda jika kita sudah memaafkan diri kita sendiri.

Memaafkan Berarti Tidak Mengungkit Kesalahan

Meskipun ada istilah Forgive but not to forgotten. Beberapa orang sepakat untuk mengucap kata maaf tapi sulit untuk melupakan kesalahan yang orang lain lakukan. Hei, jika kita masih mengingat dan bahkan mengungkit kesalahan orang lain itu artinya kita belum memaafkan orang tersebut.

Saatnya move on. Berhenti membicarakan kesalahan orang lain. Hal ini akan membuat kita lebih tenang dan nyaman dalam menjalani hidup di masa yang akan datang.

Mampu Berkompromi dengan Keadaan

Tidak hanya saat memaafkan orang lain, tapi juga saat memaafkan diri sendiri kita menjadi lebih dapat berkompromi dengan keadaan. Berkompromi jika memang yang terjadi ada bagian yang kita perbuat. Tidak menyalahkan orang lain. Dan menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari cara untuk menempa kita di masa yang akan datang.

Fokus dengan Menyelesaikan Masalah Bukan Pada Kesalahan Kita

Saat kita sanggup dan mampu berpikir realistis, maka kita telah memaafkan diri kita. Kita akan fokus untuk menyelesaikan masalah yang ada bukan menyesalinya. Ingatlah selalu jika mengungkit masalah tidak akan membuat kita melangkah maju.

Maafkan, dan yakinlah bahwa kita akan selalu mendapat kesempatan yang baik. Selamat hari ini.

(vem/apl)
What's On Fimela