Hari Peringatan Kanker Sedunia: 6 Kanker Paling Menghantui Indonesia

Fimela diperbarui 04 Feb 2018, 10:00 WIB

Kanker, penyebab kematian nomor dua di dunia dan diperingati di tanggal 4 Februari setiap tahunnya. Diperkirakan ada 7,5 juta orang di dunia meninggal karena kanker di mana 70% kematian terjadi di negara miskin dan berkembang.

Menurut data dari Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Semester I Kemenkes RI tahun 2015 disebutkan bahwa prevelansi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1.000 penduduk dan menjadi penyebab kematian nomor tujuh di Nusantara. Khusus untuk perempuan, kanker yang tertinggi diidap adalah kanker payudara dan leher rahim (serviks).

Secara umum, ada enam kanker yang paling menakutkan di Indonesia. Keenamnya antara lain;

1. Kanker paru, trakea, dan bronkus
30.866 jiwa di mananya 85%-nya adalah akibat merokok aktif.

2. Kanker payudara
19.731 jiwa dengan penyebab utama pasca-menopause, gen kanker bawaan, konsumsi alkohol, payudara padat, terlambat menapouse, menstruasi dini, terlambat hamil, terapi hormon, dan radiasi.

3. Kanker usus
18.389 jiwa. Penyebab: adalah konsumsi alkohol, merokok, obesitas, dan gen bawaan.

4. Kanker hati
12.681 jiwa. Penyebab: cacat, konsumsi alkohol, infeksi kronis seperti hepatitis B dan C, penyakit lever lain.

5. Kanker serviks
9.9491 jiwa. Penyebab" infeksi Human papillomavirus yang terlambat diperiksa dan menjadi parah.

6. Kanker prostat
9.176 jiwa. Penyebab kurang serat, terlalu tinggi konsumsi daging merah dan lemak.

Dikatakan dikatakan dr.Wong Seng Weng, Ahli Onkologi dan Konsultan Spesialis dari The Cancer Center yang tergabung dalam Singapore Medical Group (SMG) bahwa pengidap kanker bukan artinya langsung meninggal. Dengan penanganan yang tepat, pasien bisa disembuhkan dan hidup seperti biasa.

"Kanker bukan artinya seseorang akan meninggal. Tapi bisa disembuhkan dan pengidapnya bisa menjalani hidup normal," tegas dr.Wong saat menjadi pembicara dalam jumpa pers 'The Cancer Centre Ungkap Revolusi Global dan Terobosan Baru Dalam Pengobatan Kanker' di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2018 lalu.

Metode penyembuhan kanker antara lain operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi hormon. Kini juga ada dua metode baru pengobatan kanker yang baru saja dikeluarkan The Cancer Center; Immunotherapy dan Targeted Therapy.

Immunotherapy merupakan pengobatan terbaru yang dapat mengungkap sel kanker - yang sering kali terselubung di antara sel normal yang sehat - untuk kemudian membidik dan menghancurkannya. Terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa terapi ini dapat mengurangi risiko perkembangan penyakit atau kematian sebesar 50%, sebuah kemajuan dibandingkan tindakan kemoterapi.

Sedangkan Targeted Therapy merupakan pengobatan yang menggunakan obat yang didesain khusus untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker dari jenis kanker yang spesifik – di level molekuler – dengan ‘mematikan’ sinyal pertumbuhan sel kanker yang dapat memicu perkembangbiakan sel. Pengobatan ini dinilai efektif karena obat yang digunakan hanya terfokus pada sel yang telah teridentifikasi memiliki potensi kanker, sehingga sel normal yang sehat tidak terkena dampak dari kemoterapi.

(vem/zzu)
What's On Fimela