Lakukan Detoks Sosial Media, Eva Celia Merasa Jadi Lebih Kreatif

Fimela diperbarui 05 Feb 2018, 15:45 WIB

Majunya teknologi membuat sosial media juga jadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia. Tak jarang seseorang jadi ketagihan dengan sosial media. Sedang apa dan dimana rasanya tak akan lengkap jika ta update di Instagram atau Twitter. Setiap gerak gerik pun rasanya harus dishare dengan para followers. Manusia pun makin susah lepas dengan gadget.

Dilansir oleh KapanLagi.com (4/2), Eva Celia pun pernah mengalami fase tersebut. Merasa dirinya sudah berlebihan dalam menggunakan sosial media, ia pun memutuskan untuk menjalani detoks sosial media. Untuk sementara waktu ia memutuskan untuk tak menggunakan Instagram pribadinya selama beberapa waktu.

"Saya salah satu orang yang kerjanya harus menggunakan social media. Jadi saya tidak membatasi diri menggunakannya berapa lama. Tapi di saat itu saya merasa udah too much, akhirnya merasa terinspirasi untuk kayaknya gue detoks social media dulu deh seminggu," cerita Eva ditemui tim KapanLagi (3/2).

Bagaimana sih cara Eva dalam menjalani detoks sosial media ini? Lalu, apa saja yang ia rasakan saat pertama kali mencoba melakukan detoks sosial media?

"Awalnya nervous, karena memang udah jadi kebiasaan lihat handphone kalau dalam situasi-situasi bosan atau awkward. Ternyata di situ benar-benar saya menguji diri sendiri dan hasilnya positif banget sih," tuturnya.

Lalu apa efek yang ia rasakan setelah mencoba 'puasa' sebentar dari sosial media? Well, Eva merasa lebih kreatif menjalani aktivitas. Ia pun berharap bisa menularkan detoks sosial media ini kepada orang lain.

"Hasilnya jadi lebih connect dengan orang-orang sekitar dan bisa lebih attentive, bisa lebih dengerin, lebih melakukan hal-hal yang lebih produktif," tutupnya.

Nah Ladies, kira-kira kamu bisa nggak sih mencoba melakukan detoks sosial media ini?

(vem/ivy)