Charlize Theron Ditunjuk PBB untuk Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan

Vinsensia Dianawanti diperbarui 09 Des 2018, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Aktris cantik Charlize Theron ditunjuk secara oleh resmi oleh PBB untuk memerangi aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Charlize Theron telah mendukung satu pusat krisis korban pemerkosaan di Cape Town dan menggelar Charlize Town Afrika Outreach Project untuk meningkatkan pendidikan mengenai HIV/AIDS untuk keluarga miskin di Afrika Selatan.

Charlize Theron bersama George Clooney dan Michael Douglas bertugas sebagai pembawa pesan atas nama PBB dan memusatkan perhatian pada minat global untuk meningkatkan kualitas hidup orang banyak. Pernah berperan di film Monster pada 2003, membuat dirinya menerima piala Oscar sebagai Aktris Terbaik. Film ini pun berlatar belakang kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan.

Kekerasan pernah dialami dan dilihat oleh Charlize Theron ketika ia masih kecil. Di mana ia tumbuh dengan seorang ayah yang pecandu alkohol berat. Dari situ, ia kerap melihat kekerasan yang dilakukan ayahnya terhadap ibunya.

Karena kekerasan yang kerap dialami dirinya dan ibunya, membuat sang ibu terpaksa menembak dan membunuh ayahnya sebagai bentuk membela diri.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Lakukan terapi untuk sembuhkan psikis

Aktris Charlize Theron berpose untuk fotografer di karpet merah premier film terbarunya, Atomic Blonde, di Berlin, 17 Juli 2017. Charlize memadukan bra olahraga dengan rok mini high-waisted bahan kulit warna senada dari merek yang sama. (AP/Michael Sohn)

"Saya hanya berpura-pura seperti itu tidak terjadi. Saya tidak memberi tahu siapa pun. Setiap kali ada yang bertanya, saya bilang ayah saya meninggal dalam kecelakaan mobil," ujarnya.

Sejak kejadian itu, Charlize Theron harus menjalani terapi untuk mengembalikan kesehatan psikisnya. Kini, Charlize Theron telah berhasil melewati masa sulit tersebut dengan bekerja pada progran UN Campaign to End Violence Againts Women pada 2008.

Menurut PBB, rata-rata satu dari tiga perempuan di dunia dipukuli, dipaksa melakukan seks, dan mengalami pelecehan seksual. Bahkan satu dari lima perempuan menjadi korban pemerkosaan atau perkosaan.