Balada Susah Sinyal di Tengah Repotnya Persiapan Nikah

Fimela diperbarui 28 Sep 2018, 11:15 WIB

Yang namanya calon pengantin pasti ribet banget urusin segala jenis persipan pernikahan, bahkan tak jarang pula ada selisih paham dengan pasangan untuk membahas sejauh mana keperluan yang dibutuhkan. Selalu ada cerita menarik di baliknya. Seperti yang saya alami dengan calon suami saya.  

Saya dan calon suami baru saja bertemu pada awal bulan puasa yang lalu. Dari pertemuan pertama kami, calon suami sepertinya sudah memantapkan hatinya untuk menikah dengan saya. Jarak perkenalan kami yang singkat tak menghalangi niat baiknya. Tepat di hari lebaran dia beranikan diri untuk meminta saya di hadapan ayah dan keluarga besar saya. Dan lagi tidak ada halangan apapun saat dia meminta persetujuan dari semua keluarga. Alhamdulillah sampai di tahap ini semua diberikan kemudahan. Setelah lebaran pun digelar acara lamaran dan hari itu pertemuan dua keluarga dimulai. Diputuskan bahwa acara pernikahan kami akan digelar jelang akhir tahun nanti.



Saya dan calon suami memang LDR (Long Distance Relationship), saya ada di kota Sidoarjo dan calon suami ada di kota Malang. Memang sih jarak antara Sidoarjo dan Malang tidak terlalu jauh, hanya butuh tiga atau empat jam perjalanan. Tapi karena kesibukan calon suami memang mengharuskan kami jarang bertemu. Segala jenis persiapan pernikahan diserahkan kepada saya. Mulai dari pilih vendor rias pengantin, dekorasi, souvenir, catering, photo, video. Buat kami handphone kami adalah barang yang paling berjasa dalam masa-masa persiapan pernikahan.

Bayangkan saja, tiap hari kami harus bergelut dengan sinyal handphone yang kadang tidak bersahabat. Tempat tinggal calon suami kebetulan di daerah pegunungan yang memang signalnya tidak stabil. Saat-saat dibutuhkan untuk make deal  dengan pemilik vendor rias ataupun yang lainnya saya pasti meminta persetujuan darinya via telepon, chat whatsapp, tiba-tiba singnal ilang dan telepon tidak bisa tersambung. Saat sudah tersambung tiba-tiba percakapan terputus, saat kirim gambar kadang ada beberapa gambar yang bisa masuk, dan ada yang tidak bisa terkirim. Duh rasanya pengen nangis. Tak jarang hal itu membuat kami kesal, jengkel. Bahkan terkadang sampai berantem sendiri karena hal sepele “tidak ada sinyal”.



Haha, mungkin itu cerita duka kami saat mempersiapkan pernikahan yang kurang tiga bulan lagi digelar. Bukan masalah tentang godaan dari luar ataupun dari keluarga tapi godaan dari para operator telepon yang luar biasa “susah sinyal”. Ini jadi satu tantangan buat kami bahwa jarak tidak pernah menghalangi.

Meskipun jarang bertemu kami bisa mempersiapkan segala kebutuhan pra nikah kami, walaupun hanya berkomunikasi dengan sebuah handphone. Membuat kami berdua semakin memahami pribadi masing-masing, melatih kesabaran kami berdua. Dan yang pasti kami senang menikmati semua proses ini. Mulai dari pertemuan yang singkat, proses lamaran yang luar biasa diberikan kemudahan, sampai dengan keputusan memilih tanggal pernikahan yang disepakati. Menyiapkan segala printilan pernikahan kami sendiri. Semoga diberikan kelancaran sampai hari H pernikahan kami nanti.



(vem/nda)
What's On Fimela