Harus Seberapa Sering Menyusui Bayi?

FimelaDiterbitkan 28 Juni 2013, 08:08 WIB

Sebagai ibu muda, mungkin masih banyak yang perlu dipelajari mengenai bagaimana mengurus bayi dan memerhatikan kesehatannya. Bayi pada tahap awal pertumbuhannnya hanya membutuhkan air susu ibu (ASI) untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Menyusui ternyata ada tekniknya, Ladies. Anda harus paham sesering apa ASI harus diberikan karena jika Anda memberikan ASI yang sedikit, kebutuhan gizi bayi tidak akan terpenuhi secara optimal. Di lain sisi, jika Anda menyusui terlalu sering, bisa jadi bayi masih belum lapar dan akhirnya menjadi kekenyangan.

Seperti dikutip dari kidshealth.org, bayi pada bulan pertamanya sebaiknya disusui sebanyak delapan sampai 12 kali dalam sehari. Mungkin frekuensi menyusui ini akan berbeda ketika Anda memberikan susu formula pada bayi. Hal ini disebabkan oleh mudahnya ASI untuk dicerna oleh bayi, sehingga bayi akan cenderung lebih sering lapar.

Menyusui bayi cukup sering sangatlah dianjurkan dari segi kesehatan karena dapat merangsang produksi susu selama beberapa minggu awal setelah melahirkan. Setelah memasuki usia satu atau dua bulanan, intensitas pemberian ASI dapat sedikit berkurang, yaitu dari tujuh hingga sembilan kali dalam seharinya.

Namun, Anda juga dapat menunggu kapan bayi Anda membutuhkan ASI atau merasa lapar terlebih dahulu. Biasanya, rentang waktu normal untuk memberi susu bayi adalah sekitar satu setengah hingga tiga jam setelah waktu menyusui yang sebelumnya.

Frekuensi pemberian ASI ini akan semakin berkurang seiring dengan pertumbuhan bayi. Hanya saja, jangan sampai membiarkan bayi tidak menyusu selama empat jam atau lebih, atau bahkan semalaman, ya.

Oleh Wahyu Wienanda

(vem/sfg)
What's On Fimela